Muara Enim//Linksumsel-Jalan sepanjang kurang lebih hampir dua kilo meter yang menjadi akses bagi warga RT 07 dusun II Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, maupun warga lainya kini mengalami rusak parah.
Akibatnya sejumlah warga yang mana terdapat kurang lebih 45 Kepala Keluarga (KK) di RT 07 dusun II Desa Sukamenang tersebut,mendapatkan kesulitan melewati jalan tersebut.
Sementara adanya jalan yang mengalami rusak parah itu, selain disebabkan adanya mobilisasi mobil truk bermuatan kayu karet yang hampir terjadi setiap harinya melintasi jalan dusun II Desa Sukamenang tersebut, juga terdapat faktor jalan dalam kondisi tanah serta faktor musim hujan dengan intensitas tinggi.
Beberapa warga RT 07 dusun II Desa Sukamenang tersebut mengungkapkan, bahwa memang terdapat tanggung jawab saat itu dari pihak pemborong atau pemilik mobil -mobil truk pemuat kayu karet memperbaikinya, namun hasilnya tidak begitu maksimal, dan warga saat itu terpaksa bergotong royong memperbaikinya.
Namun, Lanjut warga, perbaikan jalan tidak begitu bertahan lama karena mobil -mobil truk kayu tersebut masih menggunakan jalan dengan muatan kayu berkapasitas kadang hampir 10 ton tersebut,” ungkap Nasarudin (55) Ferli (45) dan Jahri (60) warga dusun II Desa Sukamenang tersebut (28/02/2025).
Dikatakannya, bahwa kerusakan jalan sudah terjadi satu bulan ini, dan terkait keluhan serta persoalan jalan rusak ini telah dilaporkan kepada Kepala Desa yang kemudian Kades Sukamenang begitu berang dan memanggil pihak pemilik mobil truk agar bertanggung jawab, namun, hingga terdapat penegasan dari Kades serta dibuat surat perjanjian agar segera memperbaiki jalan tersebut, hingga sampai saat ini pihak pemilik mobil truk selaku pemborong kayu karet dan juga pihak pemilik kebun kayu karet tersebut, hanya melakukan perbaikan sesekali saja dan tidak begitu maksimal.
” Sekarang jalan kami tutup dengan menggunakan kayu, tanam pohon serta batu, sebelum dilakukan pembangunan mobil truk kayu tidak boleh lewat, dan berharap jalan ini segera diperbaiki atau dibangun,”harap warga dusun II Desa Sukamenang tersebut.(28/02).
Warga menambahkan, bahwa adanya jalan menjadi rusak seperti ini telah mendapatkan perhatian dari Kades yang ikut berpatisipasi memperbaikinya dengan melakukan penegasan kepada pihak pemborong dan kini warga terpaksa membuat jalan alternatif dengan menerobos kebun warga, meskipun tidak begitu afektif, dan saat ini kami hanya kuatir jika terdapat warga Tiba-tiba mengalami sakit parah, maka tidak bisa mengevakuasi untuk dibawa kerumah sakit menggunakan mobil ambulan, dan yang lebih prihatinnya lagi kini tengah masuk bulan Ramadhan, yang mana warga akan beribadah salat tarawih ke masjid tidak dapat menggunakan jalan yang kini tengah rusak parah tersebut,”tambah warga RT 07 dusun II Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut (28/02/2025).
Sementara terpantau kondisi jalan yang rusak parah tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 2 kilo meter yang kondisinya telah rusak mencapai 90 persen.
Sementara Kepala Desa (Kades)
Sukamenang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Ahmad Redi, menjelaskan, bahwa Kondisi jalan rusak didusun II Sukamenang tersebut, memang selain disebabkan adanya angkutan kayu dari mobil truk hingga menyebabkan kerusakan parah, dan juga saat itu telah kita intruksikan agar pihak pemborong kayu karet melalui mobil truk segera memperbaikinya, karena kerusakan begitu parah sehingga pihak pemborong tidak maksimal memperbaikinya.
Lanjut Kades, bahwa terkait jalan rusak parah telah kita laporkan dengan Bapak Camat,maupun beberapa anggota DPRD Dapil III, agar apa yang menjadi usulan prioritas melalui kegiatan Musrenbang Kecamatan saat itu dapat segera cepat direalisasikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini dinas terkait, karena mengingat kondisi jalan telah mengalami darurat, dan warga kesulitan dalam menggunakan akses jalan tersebut,” terang Kades Sukamenang.
Kades menambahkan, berharap dalam anggaran tahun 2025 ini Pemerintah Daerah dapat menggolkan usulan prioritas dari Pemdes Sukamenang, mengingat keadaanya sudah darurat,”tambah Kades Ahmad Redi, diruang kerjanya.(28/02/2025).(J.red).