Muara Enim//Linksumsel-Inalilahi Wainnailaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Rozano Fivando, yang akrab disapa Evan, wafat pada Jumat malam pukul 22.00 WIB di RSUD Rabain Muara Enim.
Kepergiannya diiringi hujan deras yang mengguyur wilayah Muara Enim hingga larut malam, sebuah peristiwa yang oleh sebagian masyarakat dimaknai sebagai tanda keharuan alam atas berpulangnya seorang insan.
Marshal, Penasehat FKPPI dan FKPMB, menuturkan bahwa adinda Evan adalah orang baik, dan di segani oleh kawan maupun lawan, hormat pada yang tua dan mengayomi pada yang muda, dalam tradisi dan pandangan spiritual masyarakat, turunnya hujan saat seseorang wafat kerap dimaknai sebagai isyarat rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Secara simbolis, hujan dipandang sebagai bentuk pembersihan diri, keberkahan, serta pengingat bahwa kehidupan dan kematian sepenuhnya berada dalam kehendak-Nya.
“Sebagian kalangan menafsirkan hujan yang turun sebagai isyarat husnul khatimah, pertanda bahwa almarhum dicintai oleh sesama dan berada dalam lindungan kasih sayang Allah,” ujar Marshal.
Lebih dari itu, hujan juga dipahami sebagai penghibur bagi keluarga dan para pelayat. Rintiknya seakan menyejukkan hati yang diliputi duka, seolah langit turut berempati melepas kepergian seorang hamba-Nya.
Di sisi lain, hujan merupakan fenomena alam yang membawa keberkahan dan kehidupan bagi bumi. Ia menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT, sekaligus ajakan bagi mereka yang masih hidup untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal menuju akhir kehidupan.
Kepergian Rozano Fivando meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.
Namun doa dan harapan terus mengalir, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” Ungkap Marshal. (j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen