Legenda Gunung Pesagi, Jejak Asal-Usul Nenek Moyang Orang Lampung

LINKSUMSEL.COM//Gunung Pesagi bukan sekadar bentang alam bagi masyarakat Lampung. Gunung tertinggi di Provinsi Lampung ini diyakini sebagai salah satu titik penting asal-usul nenek moyang orang Lampung, terutama yang berkaitan dengan wilayah tua bernama Sekala Brak.

Dalam tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, Sekala Brak kerap digambarkan sebagai pusat peradaban awal masyarakat Lampung. Pada masa lampau, konon berdiri sebuah kerajaan yang makmur di sekitar Gunung Pesagi.

Tanahnya subur, sumber air melimpah, dan masyarakat hidup dari pertanian serta perkebunan, sembari memegang teguh adat dan tatanan sosial. Dari wilayah inilah, para leluhur Lampung dipercaya kemudian menyebar ke berbagai daerah, membawa bahasa, budaya, dan sistem adat yang hingga kini masih dikenal dan dijalankan.

Wilayah Gunung Pesagi dan Sekala Brak juga sejak lama dipahami sebagai ruang pertemuan berbagai komunitas budaya.

Dalam catatan lisan masyarakat setempat, terdapat kelompok-kelompok masyarakat Semende, yang secara geografis berasal dari wilayah pegunungan Sumatera Selatan, dan telah lama bermukim atau memiliki ikatan genealogis serta kultural di kawasan perbatasan Lampung Barat dan Sumatera Selatan. Keberadaan masyarakat Semende di wilayah ini dipahami sebagai hasil migrasi lama lintas Pegunungan Bukit Barisan.

Perpindahan tersebut terjadi melalui jalur pertanian, pembukaan kebun, hubungan kekerabatan, serta perkawinan antarkelompok yang berlangsung sejak masa lampau. Karena itu, kawasan sekitar Gunung Pesagi tidak hanya dipandang sebagai ruang historis masyarakat Lampung, tetapi juga sebagai wilayah persinggungan budaya antara Lampung dan Semende.

Kesamaan pola hidup agraris, penghormatan terhadap adat, serta relasi yang kuat dengan alam kerap dianggap sebagai benang merah yang mempertemukan kedua komunitas tersebut.

Dalam praktik keseharian, alam tidak sekadar dipandang sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memiliki nilai sakral dan harus dijaga keseimbangannya.
Selain kisah asal-usul dan sejarah lisan, Gunung Pesagi juga lekat dengan cerita-cerita mistis.

Baca juga:  Cegah Pekat 3C, dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Penukal Utara Gelar Razia

Sejumlah lokasi di sekitarnya diyakini sebagai tempat sakral, dijaga oleh kekuatan gaib yang berfungsi menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Kepercayaan ini menumbuhkan sikap hormat dan kehati-hatian masyarakat terhadap gunung tersebut.Hingga kini, legenda Gunung Pesagi tetap hidup sebagai warisan budaya lisan.

Ia menjadi pengingat bagi generasi Lampung—serta komunitas lain yang hidup di sekitarnya—tentang hubungan yang erat antara leluhur, alam, dan jati diri kolektif yang tumbuh di lereng-lereng Pegunungan Bukit Barisan.

Oleh : Marshal (Pengamat Sosial Budaya dan Hukum Adat)(j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!