Muara Enim//Linksumsel-Sepertinya sedang tidak baik-baik saja terkait wajah infrastruktur di jantung Kota Muara Enim, yang kini kembali memprihatinkan.
Pasalnya, kondisi jalan yang terletak dijalan perkebunan di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim atau tepatnya di belakang RSUD Rabain tersebut, kini kondisinya menjelma menjadi jalur rawan kecelakaan akibat kerusakan parah yang tak kunjung tertangani secara cepat.
Terpantau dilapangan, bahwa kondisi badan jalan telah menunjukkan terdapat yang amblas, berkerikil, dan dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi.
Terlebih lagi saat kondisi hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup oleh genangan air, berubah menjadi “jebakan” yang sulit dikenali pengendara, terutama roda dua yang melintas.
“Ya kalau hujan, jalan berlubang ini seperti perangkap. Sudah banyak yang hampir jatuh, bahkan ada yang terjatuh karena tidak tahu ada lubang itu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pada jelang lebaran idul Fitri 1447 H, Pada Rabu (18/3/2026).
Dikatakannya, bahwa kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas galian yang tidak diikuti perbaikan maksimal, diperparah lagi adanya kondisi sistem drainase yang buruk. Air yang terus menggenang mempercepat pengelupasan aspal hingga akhirnya membentuk lubang-lubang berbahaya.
Padahal lanjutnya, bahwa jalan Perkebunan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Terlebih lagi juga, jalur ini menjadi akses penting bagi pegawai dan pengunjung RSUD Rabain Kota Muara Enim.
Ironisnya, letak jalan yang berada di kawasan strategis belakang rumah sakit justru tidak diimbangi dengan kondisi infrastruktur yang layak.
Warga menilai, pembiaran terhadap kerusakan ini menunjukkan lemahnya respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Jalan ini sudah lama rusak, tapi perbaikannya tidak tuntas. Tambal sulam saja tidak cukup,” keluhnya maupun warga lainnya.(18/03).
Sementara itu, masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh. Perbaikan tidak cukup hanya menutup lubang, tetapi harus disertai pembenahan struktur jalan dan sistem drainase agar kerusakan tidak terus berulang.
“Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi soal keselamatan. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas warga sambil memprotes kondisi jalan rusak tersebut.
Sementara itu, bahwa ditengah kabar adanya upaya perbaikan di sejumlah titik, warga berharap penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Infrastruktur jalan yang layak bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar warga untuk beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Pemerintah juga didorong membuka kanal pelaporan yang responsif dan transparan, agar setiap keluhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Sebab, jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat, khususnya di jantung kota Muara Enim tersebut. (j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen