Hasil Swadaya, Para Petugas Penjaga Pintu Perlintasan KAI di JPL KM 334 Pangkul Prabumulih Berharap Perhatian

Prabumulih//Linksumsel-Pasca insiden tabrakan maut antara kereta api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi di Bekasi Timur, pada Senin (27/04/2026) lalu hingga menyebabkan korban jiwa tersebut,tentunya menimbulkan kesedihan dan luka yang dalam bagi para keluarga korban.

Dikutip dari pernyataan Dirut PT KAi Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan keprihatinan mendalam,serta menegaskan komitmen penanganan maksimal terhadap korban dan gangguan operasional atas keselamatan perjalanan kereta api dengan fokus penanganan guna memastikan menangani dampak kecelakaan dengan maksimal.

Sementara ditempat terpisah, terdapat pintu perlintasan kereta api di Posko JPL KM 334 Pangkul Cambai Kota Prabumulih Sumatera Selatan tersebut, terungkap terdapat 4 (empat) orang penjaga pintu perlintasan kereta api tersebut, merupakan petugas pintu perlintasan kereta api dari hasil swadaya masyarakat, namun demikian, mereka yang bertugas menjaga pintu perlintasan kereta api tersebut, belum mendapatkan perhatian khusus dari pihak PT KAI.

Adapun 4 (empat) orang petugas yang menjaga pintu perlintasan kereta api di JPL KM 334 tersebut, mengatas namakan Satkamling Marga Rahayu Desa Pangkul Kecamatan Cambai Prabumulih, yang dijaga secara bergiliran dari upah hasil swadaya masyarakat selama kurang lebih hampir dua tahun.

Kepada media ini, Eko Saputro, didampingi Supriyanto saat menjaga pintu perlintasan kereta api di JPL KM 334 Desa Pangkul tersebut, mengungkapkan bahwa terdapat insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur maupun Blitar beberapa hari tersebut,tentunya selain kita turut berduka cita, dan ini tentunya menjadi fokus utama kita dalam bertugas menjaga pintu perlintasan kereta api di KM 334 kawasan Desa Pangkul Prabumulih ini.

Lanjutnya, bahwa bertugas menjaga pintu perlintasan selama ini berkat hasil swadaya masyarakat, karena kawasan di KM 334 ini volume kendaraan sudah begitu padat, dan jika dulu belum ada pintu darurat seperti ini kerap terjadi kecelakaan. “Kalau yang jaga disini ada 4 orang pak, dan upah menjaga pintu perlintasan ini hasil swadaya masyarakat, “ujar Eko Saputro.

Baca juga:  Tingkatkan Iman dan Takwa, Polres PALI Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H

Disinggung media ini apakah ada perhatian khusus dari pihak PT KAI, Eko Saputro didampingi Supriyanto yang mewakili anaknya itu mengungkapkan, bahwa sejauh ini memang keberadaan pos Satkamling Marga Rahayu KM 334 telah diketahui pihak PT KAI, dan kita akui bahwa ada 4 orang yang menjaga pintu perlintasan kereta api ini pernah dipanggil mengikuti Pendidikan Latihan (Diklat), namun, hingga saat ini pasca mengikuti Diklat oleh PT KAI tersebut, belum terdapat kepastian, dan apakah bertugas yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari PT KAI saat ini akan di permanenkan yang setidaknya mendapatkan perhatian khusus dari PT KAI.

“Jaga pintu darurat ini tanggung jawabnya besar pak, 24 jam jaga pintu ini tidak ada fasilitas layaknya petugas formal, terdengar raungan kereta, kita langsung bergegas tutup pintu yang memakai pipa hasil swadaya warga ini,” ungkap mereka.(30/04/2026).

Kemudian keduanya menambahkan, berharap melalui kerja menjadi petugas pintu perlintasan kereta api ini selalu diberikan keselamatan dan kemudahan, karena terdapat suka dukanya saat hujan datang ditengah malam, fasilitas yang kita miliki seadanya, apalagi saat ini kawasan rel kereta api pada 15 menit sekali pasti muncul kereta api terutama kereta bermuatan batu bara dengan rangkaian gerbong yang cukup panjang.
“Upah kami hasil swadaya masyarakat pak,berharap melalui tugas ini dapat direkrut secara permanen oleh PT KAI,” tutup keduanya.

Sementara itu, dari hasil pantauan dilapangan terkait keberadaan perlintasan kereta api yang terpantau tidak terdapat petugas pintu perlintasan kereta api tersebut, terdapat di JPL 75 Kelurahan Cambai dan perlintasan kereta api kelurahan Sukajadi Prabumulih, yang mana menurut keterangan warga kawasan tersebut, kerap terjadi insiden kecelakaan adanya pengendara roda dua dan empat tertabrak kereta api hingga merenggut korban jiwa.

Baca juga:  Jajaran Polsek talang Ubi Serta Pemkab PALI Melakukan Penataan Bahu Jalan Pasar Talang Ubi

Sementara itu, pasca insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang merenggut korban jiwa sekitar 16 orang dinyatakan meninggal dunia akibat terjepit gerbong kereta api tersebut, Dirut PT.KAI Bobby Rasyidin, yang menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengguna jasa atas kecelakaan di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/04), pihak PT KAI segera akan fokus penanganan dan segera menangani dampak kecelakaan dengan maksimal, serta memulihkan perjalanan kereta dan pemulihan untuk korban.

Dirut PT.KAI Bobby Rasyidin, juga didesak melakukan evaluasi karena situasi ini memicu desakan evaluasi serius atas keselamatan perjalanan kereta api. Meksipun terdapat desakan mundur dari berbagai pihak, beberapa kalangan menilai perlu menunggu hasil investigasi komprehensif terkait faktor teknis dan operasional yang menjadi penyebab kecelakaan.

Pasca tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan akan menutupi 1.800 perlintasan liar dan membangun flyover/palang pintu bersistem. Perlintasan liar yang dikelola pihak ketiga atau ormas dan tidak memenuhi syarat teknis alam ditutup untuk meningkatkan keamanan jalur kereta.

Terdapat poin-poin penegasan terkait perlintasan kereta api: Penutupan Perlintasan Liar yang dikelola tidak sesuai standard keamanan, terutama yang dikelola secara liar.

Keamanan Jalur : Pihak KAI bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan peningkatan sistem keamanan jalur kereta api untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.

Tanggung Jawab Palang Pintu : Terkait perlintasan sebidang, tanggung jawab teknis dan penyediaan palang pintu sedang dalam evaluasi ketat, mengingat banyaknya perlintasan yang sebelumnya dikuasai pihak tidak resmi.

Kondisi ini menyusul desakan evaluasi keamanan jalur kereta ali pasca insiden di Stasiun Bekasi.(j/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!