218 Personel Dikerahkan, Operasi X-Fire Tangani Karhutla di Teluk Limau Gelumbang

Muara Enim//Linksumsel-Polda Sumatera Selatan melalui Satbrimob Polda Sumsel menuntaskan Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 dengan sandi Operasi X-Fire di kawasan lahan gambut Dusun 3, Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Operasi yang berlangsung 6–16 September 2026 itu berhasil melampaui target pemadaman seluas 80 hektare.

Sebanyak 218 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemetaan titik api, pemadaman, pembasahan dan pendinginan lahan gambut, pemantauan menggunakan drone dan kamera termal, hingga pengecekan ulang untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Pada tahap awal, Tim Scanning dan Drone memetakan areal sekitar 80 hektare dan menemukan 175 titik api. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pembagian sektor dan penentuan prioritas pemadaman oleh Satgas Tindak.

Penanganan di lapangan juga menggunakan Formula X-Fire Slog Polri pada sejumlah titik api dan bara, khususnya di lahan gambut. Penyiraman dilakukan hingga ke lapisan gambut untuk menekan potensi api kembali muncul dari bawah permukaan.

Dukungan operasional diperkuat dengan pemasangan perangkat pemancar sinyal di sekitar lokasi. Perangkat tersebut menjaga komunikasi antara personel lapangan dan posko, termasuk mendukung sistem komando, pengendalian, serta pelaporan selama operasi.

Pemadaman berlangsung secara bertahap. Hingga 10 September, areal yang berhasil ditangani tercatat sekitar 65 hektare. Angka itu meningkat menjadi 71,1 hektare pada 11 September, sebelum target pemadaman 80 hektare tercapai pada 12 September.

Personel kemudian melanjutkan penyisiran, pemadaman lanjutan, serta pemantauan menggunakan drone dan kamera termal. Hasil pemantauan pada 14 September menunjukkan tidak ditemukan lagi titik api. Tim kembali melakukan pengecekan untuk memastikan areal yang telah ditangani benar-benar aman sebelum personel dan perlengkapan ditarik ke satuan.

Baca juga:  Perkuat Sinergitas, Lapas Muara Enim Ikuti Safari Ramadhan Bersama Bupati

Berdasarkan hasil akhir operasi, penanganan meluas sekitar 10 hektare ke arah utara dan 5 hektare ke arah barat dari sasaran awal, termasuk bagian yang mengarah ke kawasan hutan lindung.

Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja terpadu personel di lapangan dengan dukungan teknologi pemantauan serta metode pemadaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut.

“Penanganan tidak berhenti ketika api di permukaan sudah padam. Personel terus melakukan penyisiran dan pengecekan menggunakan drone serta kamera termal untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di lapisan gambut. Langkah ini penting agar titik api tidak kembali muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian target operasi bukan menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Polda Sumsel bersama seluruh unsur terkait akan terus mengedepankan mitigasi, pemantauan wilayah rawan, serta respons cepat apabila kembali ditemukan titik api.

Berakhirnya Operasi X-Fire di Teluk Limau menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sumsel dalam penanggulangan Karhutla. Dengan target pemadaman yang berhasil dilampaui dan tidak ditemukannya kembali titik api pada tahap akhir pemantauan, personel menyelesaikan penugasan dan kembali ke satuan dengan seluruh inventaris dalam keadaan lengkap.(j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!