Warga Karang Agung PALI Keluhkan Jaringan Telkomsel dan Smartfren, Mana Tanggung Jawab Operator?

PALI, LINKSUMSEL.COM – Gangguan jaringan internet Telkomsel dan Smartfren yang dikeluhkan warga Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, selama beberapa hari terakhir, memunculkan persoalan serius. Bukan sekadar menghambat komunikasi, gangguan konektivitas ini juga berdampak pada aktivitas pendidikan, khususnya pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di tengah kondisi masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital, jaringan internet yang stabil bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang komunikasi, pekerjaan, pendidikan, hingga transaksi keuangan.

Ironisnya, ketika masyarakat membutuhkan akses internet untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, gangguan jaringan justru menjadi kendala yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Keluhan tersebut disampaikan Arwadi, salah seorang warga Desa Karang Agung. Ia berharap pihak operator tidak mengabaikan persoalan yang dirasakan masyarakat dan segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kualitas layanan jaringan.

Menurutnya, gangguan internet yang berlangsung selama beberapa hari sangat merugikan masyarakat, terutama pelajar yang membutuhkan koneksi stabil untuk mengikuti kegiatan pembelajaran daring.

“Kami berharap pihak terkait segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi gangguan ini. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan, apalagi siswa-siswi yang membutuhkan jaringan internet untuk belajar,” harapnya.

Arwadi juga meminta pihak Telkomsel dan Smartfren memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan jaringan tersebut.

Baginya, masyarakat tidak hanya membutuhkan janji perbaikan, tetapi juga kepastian mengenai persoalan yang terjadi dan langkah penanganan yang sedang dilakukan.

Guru Keluhkan PJJ Tidak Efektif

Dampak gangguan jaringan tersebut turut dirasakan kalangan tenaga pendidik.

Egi Ernawan, salah seorang guru di Desa Karang Agung, mengungkapkan bahwa buruknya konektivitas internet sangat mengganggu efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terutama dalam proses pemberian tugas kepada siswa hingga pemeriksaan hasil pekerjaan mereka.

Baca juga:  Polres PALI Polsek Talang Ubi Gelar Kegiatan Rutin, Razia di Malam Hari

Menurut Egi, jaringan internet yang stabil merupakan salah satu faktor penting agar proses pembelajaran daring dapat berjalan optimal.

Ketika koneksi terganggu, komunikasi antara guru dan siswa menjadi tidak lancar. Pemberian tugas, pengumpulan pekerjaan, hingga proses pemeriksaan hasil belajar berpotensi mengalami keterlambatan.

“Gangguan jaringan ini membuat aktivitas belajar-mengajar menjadi kurang efektif. Kami berharap jaringan segera diperbaiki agar proses pembelajaran kembali berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Ia berharap pihak operator segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan sehingga guru maupun siswa tidak terus-menerus menghadapi kendala konektivitas dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Operator Diminta Tidak Tutup Mata

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa kualitas layanan telekomunikasi harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pedesaan.

Ketika jaringan internet mengalami gangguan selama beberapa hari, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab permasalahan dan upaya penanganannya.

Terlebih, gangguan tersebut turut memengaruhi kegiatan pendidikan yang membutuhkan dukungan konektivitas digital.

Karena itu, pihak Telkomsel dan Smartfren diharapkan segera melakukan pengecekan teknis di wilayah Desa Karang Agung dan sekitarnya, sekaligus memberikan informasi mengenai perkembangan penanganan gangguan kepada pelanggan.

Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan bertanya-tanya tanpa kepastian, sementara aktivitas komunikasi, pekerjaan, dan pendidikan mereka ikut terganggu.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab gangguan jaringan internet di wilayah tersebut belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel maupun Smartfren terkait keluhan warga di Kecamatan Abab. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!