Ditunggu Kiprah Kajati Sumsel “Ayam Pejantan Berjalu dari Bali”, K MAKI: Kita Lihat Nanti Kiprahnya

Palembang//Linksumsel-Pergantian Kajati Sumsel dari Yulianto ke Dr. Ketut Sumedana SH. MH membuka harapan baru penegakan hukum di Sumatera Selatan yang terkesan berjalan lamban dan penuh dengan prasangka.

Yulianto yang telah purna tugas sebagai Kajati Sumsel dan mendapat tugas baru sebagai Sekertaris Diklat Kejagung meninggalkan banyak PR besar.

Beberapa kasus besar di Sumatera Selatan sepertinya perlu penegasan dan support dari petinggi Kejati Sumsel pengganti Yulianto agar terang benderang.

“Penyidikan perkara dugaan korupsi pemberian pasilitas kridit bank BRI senilai Rp. 1,3 trilyun berjalan sangat lamban kemudian perkara dugaan korupsi BOT pasar Cinde belum menetapkan tersangka kurir suap”, ungkap Deputy K MAKI Feri Kurniawan Rabu 29/10/2025.

“Dugaan korupsi pemberian pasilitas kridit ke PT Cofindo senilai Rp. 28 milyar di Bank Sumsel Babel, kelanjutan perkara gartifikasi 51 penerima gratifikasi, kelanjutan perkara Penjualan asset negara Yayasan Barang Hari Sembilan dan kasus – kasus lainnya”, jelas Feri deputy K MAKI itu.

“Perkara – perkara yang membuat gatal kuping Kejaksaan harusnya segera di tindak lanjuti oleh Ketut Sumedana agar tidak menjadi preseden buruk Kejati Sumsel”, tegas Feri Kurniawan.

“Kami yang hanya pegiat anti korup dengan dengan swadana dan swadana lantang bersuara walau sayup – sayup terdengar tentunya berharap Kajati bersuara lantang ibarat kokok ayam jantan dari timur”, pungkas Deputy K MAKI itu. (J/red)

Baca juga:  Kapolsek Tanah Abang Beserta Anggotanya Giat Jum'at Curhat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!