DPRD PALI Kembali Memanas, Buruknya Tata Kelola Sekretariat Dewan Disinyalir Pemicu

PALI//Linksumsel-Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali memanas. Setelah sebelumnya sempat diwarnai ketegangan saat agenda pengesahan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda), kini polemik bergeser pada perdebatan terbuka terkait keabsahan agenda sidang dalam paripurna yang digelar,” Senin (30/3/2026).

Suasana yang seharusnya berjalan tertib justru kembali memunculkan tanda tanya besar terhadap kesiapan internal lembaga legislatif. Bahkan, di luar ruang sidang, salah satu anggota dewan secara lirih menyebut bahwa kisruh yang berulang itu diduga kuat dipicu oleh lemahnya profesionalisme Sekretariat Dewan, khususnya peran Sekretaris Dewan (Sekwan) dalam menata jalannya agenda.

Sorotan serupa juga disampaikan Aldi Taher, yang secara terbuka menilai bahwa kinerja Sekwan sejauh ini belum optimal dan jauh dari kata profesional. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperkuat kesan bahwa ada persoalan mendasar dalam tata kelola internal DPRD PALI.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, kata Aldi, dampaknya tidak hanya menghambat jalannya fungsi legislasi, tetapi juga bisa merusak marwah lembaga DPRD serta menggerus kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.

“Dalam pengelolaan rumah tangga dewan, Sekwan memiliki peran penting, mulai dari mengatur kebutuhan administratif, teknis persidangan, hingga membangun koordinasi antara legislatif dan eksekutif,” ujar Aldi.

Ia menegaskan, keberadaan Sekretariat Dewan bukan sekadar pelengkap struktur, melainkan garda utama yang memastikan seluruh proses persidangan berjalan tertib, terjadwal, dan sesuai tata tertib yang berlaku.

Lebih jauh, Aldi menilai bahwa perbedaan pandangan politik dalam forum dewan adalah hal yang wajar. Namun, menurutnya, hal itu tidak boleh dijadikan alasan terjadinya kekacauan agenda yang berulang.

“Perbedaan sikap politik itu biasa dalam forum dewan. Tapi jangan sampai karena lemahnya komunikasi dan buruknya penyusunan agenda, sidang justru berubah menjadi kisruh yang memalukan,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Korupsi Proyek Normalisasi Sungai Abab 2018 Lalu, Banyak Oknum Yang Belum Tersentuh, Ada Apa.??

Ia pun mengingatkan agar persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal, jangan sampai justru mengganggu agenda besar yang menyangkut kepentingan masyarakat PALI.

“Jangan sampai hal-hal kecil justru merusak agenda besar yang menyangkut kepentingan rakyat. Saya minta Bupati PALI dan Ketua DPRD segera mengevaluasi kinerja Sekwan,” tandas Aldi.

Kisruh yang terus berulang dalam rapat-rapat paripurna ini dinilai menjadi sinyal serius bahwa pembenahan internal di tubuh Sekretariat DPRD PALI tak bisa lagi ditunda.

Jika tidak segera dievaluasi, publik bisa menilai bahwa lembaga legislatif daerah ini sedang kehilangan kendali atas rumah tangganya sendiri. [J/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!