Insiden Serius di Adera Field: Pipa Diduga Bocor, Kobaran Api Ancam Lingkungan dan Warga

PALI//Linksumsel – Insiden kebocoran kembali terjadi pada jaringan pipa milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Field Adera. Kali ini, kebocoran diduga terjadi pada jalur pipa dari sumur Abab 7 menuju SP Abab 3, pada Minggu (5/4/2026).

Peristiwa tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Pasalnya, selain dugaan kebocoran, insiden itu juga disertai kobaran api di area pipa, yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar apabila tidak segera ditangani.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kobaran api terlihat muncul dari titik dugaan kebocoran, sehingga memperparah situasi di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kebocoran maupun langkah penanganan yang telah dilakukan pihak perusahaan.

Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan kebocoran pipa di wilayah operasi Field Adera. Warga pun mulai mempertanyakan sistem pengawasan dan perawatan infrastruktur migas yang dinilai masih lemah.

“Ini bukan pertama kali terjadi kebocoran pipa diduga milik Pertamina Adera Field. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa berdampak lebih besar, mengingat di sekitar lokasi banyak kebun warga, apalagi ada kobaran api,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain berpotensi memicu kebakaran, kebocoran pipa migas juga dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan sekitar, termasuk pencemaran tanah dan udara.

“Kami mendesak pihak PT Pertamina Hulu Rokan untuk segera mengambil langkah cepat, transparan, dan bertanggung jawab dalam menangani insiden tersebut, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan operasional mereka,” tegas warga.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian masih menjadi perhatian. Warga berharap tidak ada korban jiwa maupun dampak lanjutan dari insiden tersebut.

Sementara itu, Humas Adera, Rista, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (5/4), justru memberikan respons yang dinilai kurang substantif. Ia hanya mengarahkan tim media untuk menghubungi nomor lain.

Baca juga:  Tersandung Kasus Dana Desa Kades Purun Timur PALI Ditangkap Polisi

“Waalaikumsalam, silakan bapak hubungi nomor di atas ya,” tulisnya singkat.
“Atau nomor ibu itu ya, Pak,” tambahnya.

Namun, ketika tim media mencoba menghubungi dua nomor yang diberikan, tidak satu pun memberikan respons. Hal itu kembali disampaikan kepada pihak Humas.

Alih-alih memberikan klarifikasi lebih lanjut, Rista hanya menjawab singkat:
“Mungkin karena malam, bukan jam kerja. Harap maklum.

”Sikap tersebut pun memunculkan tanda tanya, mengingat persoalan yang terjadi menyangkut insiden serius yang berdampak pada keselamatan warga dan lingkungan. Publik menilai, dalam situasi seperti ini, dibutuhkan respons cepat, terbuka, dan bertanggung jawab dari pihak terkait, bukan sekadar alasan waktu dan jam kerja. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!