PALI//Linksumsel – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai mematangkan langkah strategis menghadapi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper), Pemkab PALI menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PALI, Selasa (31/03/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas instansi guna menyukseskan agenda nasional sepuluh tahunan yang dinilai sangat menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.
Dalam sambutannya, Kepala Diskominfostaper PALI menegaskan bahwa data yang akurat dan valid merupakan fondasi utama dalam membangun kemandirian ekonomi di Bumi Serepat Serasan.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan akan menjadi kompas strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat serta pelaku usaha.
“Data yang akurat akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus dikawal bersama agar benar-benar menghasilkan potret kondisi ekonomi yang utuh dan objektif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten PALI menjelaskan bahwa pelaksanaan pendataan lapangan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.
Mengingat luasnya cakupan sektor usaha yang akan didata, keterlibatan aktif Diskominfostaper dinilai sangat vital, terutama dalam membangun pemahaman dan kepercayaan publik.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Diskominfostaper PALI akan mengambil peran strategis melalui dua langkah utama.
Pertama, diseminasi informasi secara masif.
Diskominfostaper akan mengoptimalkan seluruh kanal media resmi milik pemerintah daerah, mulai dari media sosial, siaran radio daerah, hingga penayangan konten edukatif melalui videotron.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku usaha, memahami pentingnya Sensus Ekonomi 2026 dan berpartisipasi aktif saat pendataan berlangsung.
Kedua, edukasi publik sekaligus counter hoaks. Di tengah maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan petugas lapangan, Diskominfostaper juga akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri petugas resmi BPS.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat, sekaligus mencegah munculnya oknum yang memanfaatkan momentum sensus untuk kepentingan pribadi.
Rapat koordinasi yang berlangsung lancar tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa kolaborasi antara BPS PALI dan Diskominfostaper akan menjadi pilar utama dalam menyukseskan pelaksanaan SE2026 di Kabupaten PALI.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperlancar proses pendataan, tetapi juga mampu membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan data yang jujur, lengkap, dan objektif kepada petugas lapangan nantinya.
Dengan dukungan seluruh pihak, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda pendataan nasional. Lebih jauh, sensus ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam merumuskan masa depan ekonomi Kabupaten PALI yang lebih mandiri, kuat, dan berdaya saing. (J/red)
Link Sumsel Sumber Informasi Independen