Momen Lebaran, Firdaus Hasbullah Sambut Harapan Rekonsiliasi Asgianto dan Heri Amalindo

PALI//Linksumsel – Suasana Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun ini terasa berbeda. Di tengah gema takbir yang masih berkumandang dan hangatnya suasana kebersamaan di setiap rumah, tumbuh sebuah harapan baru di tengah masyarakat.
Harapan itu adalah tentang persatuan, kebersamaan, serta langkah bersama demi mewujudkan Kabupaten PALI yang lebih maju dan sejahtera,” Sabtu 21/03/2026.

Hal tersebut diungkapkan Firdaus Hasbullah, SH, MH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI.

Menurutnya, momentum Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, menghapus sekat perbedaan, dan membangun semangat kebersamaan demi masa depan daerah.

“Harapan kita adalah persatuan, tentang melangkah bersama demi masa depan Kabupaten PALI yang lebih maju,” ungkap Firdaus Hasbullah.

Momentum penuh makna itu pun mencuat dari rencana pertemuan sederhana namun sarat arti, yakni silaturahmi antara dua tokoh penting di Kabupaten PALI, Asgianto, Bupati PALI periode 2024–2029, dan Heri Amalindo, sosok yang pernah memimpin Kabupaten PALI selama dua periode sebelumnya.

Kedua nama besar ini selama ini kerap dipandang berada pada jalur yang berbeda, dengan dinamika politik serta pandangan pembangunan yang tidak selalu sejalan.

Namun di momen Lebaran yang penuh keberkahan, semangat saling memaafkan dan membuka lembaran baru seolah menjadi jembatan yang mempertemukan keduanya.

Masyarakat PALI tentu tidak asing dengan dinamika yang pernah terjadi. Perbedaan pilihan, strategi, hingga visi pembangunan sempat menciptakan jarak di antara kedua tokoh tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat menyadari bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terus bersekat. Justru dari perbedaan itulah, jika dipersatukan, dapat lahir kekuatan besar untuk membangun Kabupaten PALI ke arah yang lebih baik.

Baca juga:  Polsek Penukal Abab Giat Rapat Koordinasi Dengan Puskesmas Simpang Babat

Pertemuan yang akan digelar di hari penuh berkah itu bukan sekadar seremoni saling berjabat tangan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi simbol rekonsiliasi, sebuah langkah besar untuk meninggalkan ego, merajut kembali komunikasi, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
Bagi masyarakat PALI, momen ini bukan hanya tentang dua tokoh. Lebih dari itu, ini adalah tentang arah masa depan daerah.

Ketika pengalaman panjang Heri Amalindo bertemu dengan energi dan visi baru yang dibawa Asgianto, terbuka peluang besar untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat demi pembangunan PALI yang berkelanjutan.

Program-program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya dapat terus dilanjutkan dan disempurnakan, sementara inovasi baru dapat tumbuh lebih baik tanpa harus terhambat oleh sekat-sekat masa lalu.

Lebaran selalu mengajarkan makna kembali ke fitrah. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah, fitrah itu adalah persatuan, kebersamaan, dan keikhlasan untuk saling memaafkan.

Dan ketika dua tokoh yang pernah berseberangan memilih untuk duduk bersama, tersenyum, serta membuka ruang silaturahmi, sesungguhnya mereka sedang memberikan teladan yang sangat berharga bagi seluruh masyarakat: bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi dengan membawa beban perpecahan.

Rekonsiliasi ini diharapkan menjadi titik balik. Bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang politik maupun perbedaan pilihan.

Karena pada akhirnya, Kabupaten PALI yang maju bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kebersamaan, persatuan, dan semangat membangun yang lahir dari hati yang tulus.

Dan mungkin, di momen itulah, saat tangan saling berjabat dan senyum tulus terukir, masyarakat PALI akan menyadari satu hal penting: bahwa masa depan yang lebih baik selalu dimulai dari keberanian untuk, bersatu, dan melangkah bersama,” tutup Firdaus Hasbullah SH MH. [K41]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!