Rekrutmen Tenaga Kerja Adera Field Disorot, DPRD PALI Tegaskan Kesempatan Harus Adil untuk Warga Lokal

PALI//Linksumsel-Isu dugaan ketidakterbukaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja di lingkungan Pertamina Adera Field kian menjadi perhatian publik. Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H. Ubaidillah, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengusutan secara terbuka dan menyeluruh terhadap dugaan adanya campur tangan pihak tertentu dalam proses penerimaan tenaga kerja outsourcing.

Sorotan tersebut mencuat setelah banyaknya keluhan dari masyarakat lokal yang merasa belum memperoleh kesempatan yang adil dalam proses rekrutmen, meskipun dinilai memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai.

Menanggapi hal itu, H. Ubaidillah mengungkapkan adanya indikasi yang perlu menjadi perhatian serius terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja outsourcing di lingkungan Pertamina Adera Field.

Menurutnya, secara aturan dan mekanisme, vendor sebagai penyedia jasa tenaga kerja seharusnya memiliki kewenangan dalam proses seleksi, sementara pihak perusahaan hanya bertindak sebagai pengguna jasa (user). Namun, dari berbagai informasi yang diterima, terdapat dugaan adanya keterlibatan pihak internal yang ikut memengaruhi proses penentuan tenaga kerja yang diterima.

“Rekrutmen tenaga kerja outsourcing ini semestinya menjadi kewenangan vendor. Namun dari berbagai laporan yang kami terima, ada dugaan pihak internal turut menentukan siapa yang diterima. Ini tentu perlu dikaji dan ditelusuri secara serius,” tegas Ubaidillah.

Ia menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu berpotensi mencederai prinsip profesionalitas, transparansi, serta meritokrasi dalam dunia kerja. Bahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menutup peluang bagi masyarakat lokal yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk bersaing secara sehat.

“Kesempatan kerja harus dibuka secara adil dan transparan, terutama bagi putra-putri daerah yang memiliki kemampuan. Jangan sampai ada kesan bahwa peluang kerja hanya terbuka bagi pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

Baca juga:  Joko Sadewo : Pilkada 2024-PALI Krisis Figur??

Lebih lanjut, Ketua DPD PAN PALI itu menegaskan bahwa DPRD PALI tidak akan tinggal diam. Pihaknya, kata dia, siap mendorong langkah-langkah konkret guna memastikan proses rekrutmen di lingkungan Adera Field berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan.

Sebagai bentuk keseriusan, Ubaidillah juga mendesak SKK Migas untuk turun tangan melakukan audit serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di lingkungan Pertamina Adera Field, khususnya yang melibatkan tenaga kerja outsourcing.

Menurutnya, audit tersebut penting untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat lokal, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap dunia industri migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten PALI.

“Kalau memang ada dugaan ketidakterbukaan atau permainan dalam proses rekrutmen, maka harus dibuka secara terang-benderang. Semua pihak harus berkomitmen menjaga keadilan dan memberi ruang yang sama bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

Ia pun berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait, sehingga proses rekrutmen tenaga kerja ke depan benar-benar berjalan lebih terbuka, profesional, dan berpihak pada prinsip keadilan sosial bagi masyarakat daerah. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!