PALI//Linksumsel – Bengkel motor di desa kerap dipandang sebagai usaha kecil pinggiran. Padahal, sektor ini menyimpan potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal jika dikelola secara terarah dan mendapat dukungan kebijakan yang tepat.
Di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), potensi tersebut justru belum tergarap maksimal. Sejumlah bengkel motor, termasuk milik Ageng, masih berjalan secara mandiri tanpa adanya sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Padahal, kolaborasi antara bengkel motor dan BUMDes dapat membuka peluang usaha yang lebih luas, mulai dari penyediaan peralatan modern, distribusi suku cadang, hingga peningkatan keterampilan mekanik bagi pemuda desa.
Jika dikelola secara terintegrasi, bengkel desa bisa menjadi pusat ekonomi produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Namun harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Ageng, salah satu pelaku usaha bengkel di Desa Karang Agung, mengaku telah mengajukan permohonan bantuan peralatan berupa alat pembuka roda motor modern kepada BUMDes setempat. Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum mendapatkan tanggapan.
“Saya sudah pernah mengajukan ke BUMDes untuk alat pembuka roda motor yang lebih modern, tapi belum ada respon,” ujar Ageng Sabtu 18/04/2026.
Kondisi ini mencerminkan masih kurangnya perhatian terhadap pelaku usaha kecil di desa yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Keterbatasan alat dan modal menjadi kendala utama bagi bengkel-bengkel desa untuk berkembang dan bersaing.
Jika dibiarkan, potensi ekonomi lokal yang seharusnya bisa menjadi kekuatan desa akan terus terabaikan.
Pemerintah desa diharapkan dapat lebih responsif dan membuka ruang kolaborasi melalui BUMDes, agar usaha bengkel motor tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pilar ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. (J/red)
Link Sumsel Sumber Informasi Independen