Kabag Ops Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Gelumbang, Polres Muara Enim Gunakan Formula X-Fire 02 Slog Polri

Muara Enim//Linksumsel-Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Muara Enim terus dilakukan secara intensif. Pada Sabtu (19/9/2026), Polres Muara Enim kembali mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman Karhutla di Dusun 3 Sidomulyo, Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Sementara kegiatan pemadaman tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Herry Widodo, SH, didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Muara Enim, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, SH, personel BKO Polair, anggota Polsek Gelumbang, serta unsur pemerintahan desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM. Situmorang menyampaikan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, terutama mengingat kondisi lahan yang sebagian merupakan semak belukar, rawa serta tanah gambut yang berpotensi membuat api kembali muncul.

“Polres Muara Enim terus melakukan penanganan Karhutla secara cepat, terukur dan terkoordinasi bersama seluruh unsur terkait. Pemadaman tidak hanya dilakukan dengan penyemprotan air, tetapi juga menggunakan Formula X-Fire 02 Slog Polri pada titik yang menjadi sasaran pemadaman,” ujar Kasi Humas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memanfaatkan 100 liter Formula X-Fire 02 Slog Polri, yang terdiri dari lima jerigen berukuran 20 liter. Formula tersebut kemudian dicampurkan dengan sekitar 400 liter air di dalam tandon dan diaduk secara merata sebelum digunakan untuk penyemprotan menggunakan mesin alkon.

Penyemprotan dilakukan pada areal yang terbakar dengan sasaran sekitar 20 meter x 20 meter. Untuk mendukung proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan tiga unit mobil suplai air milik perusahaan dengan kapasitas sekitar 5.000–8.000 liter per unit. Secara keseluruhan, penyemprotan air dilakukan berulang dengan dukungan sekitar 40.000 liter air.

Baca juga:  Skor 1-0, Nobar Piala Dunia 2026 Antara Meksiko Vs Korsel di Polsek Rambang Berlangsung Seru

Adapun luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±6 hektare, terdiri dari lahan semak belukar dan rawa dengan kondisi tanah gambut, termasuk sekitar 2 hektare kebun sawit milik masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, di antaranya Kabag Ops Kompol Herry Widodo, SH, Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasat Samapta AKP Lukman Hartono, SH beserta anggota, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, SH, sembilan personel BKO Polair, Bhabinkamtibmas Desa Putak Aipda Rahmad Mauludin, serta personel Polsek Gelumbang. Turut terlibat Kepala Desa Putak Marlin Kusmiran beserta perangkat desa, MPA Desa Putak dan unsur Babinsa.

Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam pengendalian Karhutla. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kondisi terkini dapat dipantau sehingga potensi penyebaran api ke wilayah lain dapat segera diantisipasi.

Kasi Humas menjelaskan, titik panas di Desa Putak sebelumnya telah terpantau sejak Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Penanganan telah dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Kecamatan Gelumbang, Polsek Gelumbang, Pemerintah Desa Putak dan MPA.

Meski pemadaman pada Sabtu sore berjalan lancar dan kondusif hingga sekitar pukul 16.00 WIB, petugas tetap melakukan pemantauan. Kondisi lahan gambut dan hembusan angin menjadi faktor yang dapat menyebabkan api kembali muncul, sehingga penanganan akan terus dilakukan apabila masih ditemukan titik api atau hotspot.

“Polri bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, MPA, perusahaan dan masyarakat akan terus bersinergi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas AKP RTM. Situmorang.

Polres Muara Enim menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Deteksi dini, respons cepat dan sinergi seluruh elemen menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan melindungi lingkungan serta masyarakat.(j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!