PALEMBANG//LINKSUMSEL.COM — Kisah pilu seorang ibu rumah tangga bernama Sagiyem menyita perhatian saat penggerebekan lokasi yang diduga rawan peredaran narkoba di Jalan KH Azhari, Lorong Tangga Takat Laut, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, Rabu (28/10/2026).
Di tengah operasi gabungan Satres Narkoba Polrestabes Palembang dan Polsek SU II Palembang, Sagiyem mengambil keputusan berat dengan menyerahkan putranya, Ari Gumai, kepada pihak kepolisian. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi jalan bagi anaknya untuk pulih dari dugaan ketergantungan narkoba.
Keputusan itu diambil setelah Sagiyem mengaku tidak lagi sanggup menghadapi perilaku putranya yang disebut kerap mengambil uang dan barang berharga milik keluarga untuk membeli narkoba.
Saat ditemui awak media di lokasi penggerebekan, Sagiyem mengungkapkan bahwa kondisi keluarganya semakin sulit. Bahkan, uang dalam jumlah kecil yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pun disebut kerap diambil.
“Biar hati aku lega, saya serahkan anak ke polisi. Saya sudah sangat kesal dan tidak tahan dengan perilakunya. Ada uang Rp20 ribu, diambil, dicuri oleh dia. Sampai-sampai mau beli sayur untuk makan pun sudah tidak bisa lagi,” ungkap Sagiyem.
Menurutnya, bukan hanya uang yang hilang. Sejumlah barang berharga di rumah juga disebut telah dijual atau digadaikan oleh Ari Gumai. Sagiyem menduga uang hasil penjualan barang-barang tersebut digunakan untuk membeli narkoba.
“Barang-barang di rumah juga sudah habis, yang bisa dijual dia jual, yang bisa digadaikan dia gadaikan. Kain panjang, misalnya untuk menutup kita mati saja sudah tidak ada lagi di rumah itu. Saking tidak ada lagi barang di rumah itu,” tuturnya dengan nada sedih.
Sagiyem juga mengaku kerap menghadapi perilaku putranya yang disebut mudah marah, mengamuk, bahkan melakukan kekerasan terhadap anggota keluarga ketika permintaannya untuk mendapatkan uang tidak dipenuhi.
Meski demikian, di balik kekecewaan dan penderitaan yang dialaminya, Sagiyem mengaku masih menyimpan harapan agar putranya bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Saya ingin dia sembuh dari pengaruh narkoba ini. Kasihan. Anaknya ada empat dan tidak pernah dinafkahinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol M. Burhanudin Yusuf Hanafiah, membenarkan adanya seorang pria yang diserahkan oleh keluarganya kepada pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut.
“Iya benar, ada satu orang yang diserahkan orangtuanya. Kami apresiasi kepada yang bersangkutan. Kami akan membuat tes polio kepada orangtuanya kenapa sampai menyerahkan kepada kita. Apakah sebagai pemakai berat atau tidak,” jelas Burhanudin.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan lima pria berinisial U, M, S, A, dan H. Berdasarkan keterangan polisi, hasil tes urine kelimanya dinyatakan positif mengandung metamfetamin.
Selain itu, petugas turut mengamankan satu paket kecil yang diduga berisi sabu-sabu beserta alat isap.
“Kelima inisial U, M, S, A dan H. Setelah dilakukan tes urine, mereka positif. Selanjutnya mereka kita amankan di Satres Narkoba Polrestabes Palembang untuk dilakukan pengembangan. Kita juga amankan satu paket kecil sabu-sabu dan alat isap,” tegasnya.
Selanjutnya, kelima pria tersebut dibawa ke Satres Narkoba Polrestabes Palembang untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menyoroti dampak persoalan narkoba terhadap kehidupan keluarga. Di balik upaya penindakan oleh aparat, harapan untuk pemulihan pengguna serta perlindungan bagi keluarga yang terdampak juga menjadi hal penting dalam penanganan persoalan narkotika. (J/red)
Link Sumsel Sumber Informasi Independen