Imbas Karhutla, Gelumbang Raya Diselimuti Kabut Asap Pekat

Muara Enim//Linksumsel-Kabut asap pekat akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, termasuk daerah sekitar Gelumbang Kabupaten Muara Enim dan Palembang pada jelang akhir Agustus 2026, dengan kualitas udara yang sempat masuk kategori tidak sehat.

Terpantau pada hari ini, Selasa (25/08/2026) sekitar pukul 14:00 WIB sampai dengan pukul 17:25 WIB, sebagian wilayah Gelumbang diselimuti kabut asap pekat yang berdampak pada jarak pandang warga, baik itu pada pagi hari hingga sore hari sempat mengganggu dalam warga beraktifitas.

Sementara informasi yang dihimpun,bahwa terkait Karhutla wilayah Muara Enim (termasuk kawasan Gelumbang) dan beberapa daerah lain seperti Ogan Ilir-Ogan Komering Ilir,dan Banyuasin masuk dalam pemetaan prioritas rawan Karhutla.

Sementara terkait kabut asap yang mulai menyelimuti kawasan Gelumbang tersebut,beberapa warga mulai mengeluhkan kondisi tersebut, mulai dari mata mengalami pedih, serta jarak pandang terganggu,serta kondisi pernafasan, maupun keluhan berat dibagian kepala dikeluhkan.

Sementara itu, kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Wandayantolis, mengimbau serta memperingatkan bahwa puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September dengan potensi titik panas (hotspot) yang masih tinggi.

Lanjut kepala BMKG Sumsel dalam laporannya tersebut, bahwa masyarakat diimbau untuk waspada terhadap peningkatan potensi kebakaran lahan, dan warga disarankan mengenakan masker saat keluar rumah guna menghindari resiko ISPA akibat adanya kabut asap.

“Informasi terkait kondisi Gelumbang Raya, Warga di Gelumbang Raya diminta waspada terhadap suhu panas, debu kemarau, dan potensi kabut asap akibat puncak musim kemarau, serta dampak karhutla,,” imbau kepala BMKG Sumsel melalui imbaunya (25/08)

Dalam keterangan yang didapat serta dihimpun, bahwa Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, terdampak kabut asap akibat peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta lonjakan titik panas (hotspot) diwilayah Sumsel yang mencapai 1.434 titik pada 25 Agustus 2026.

Baca juga:  Gelar Jumat Curhat, Polres PALI Dengarkan Keluhan Masyarakat

Adapun kondisi di Gelumbang dan sekitarnya, masuk dalam kategori zona merah dan berada dalam status siaga darurat karhutla dengan Kecamatan Gelumbang menjadi salah satu wilayah yang menghadapi kejadian kebakaran lahan, seperti yang terjadi di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim tersebut.

Dalam penanganan darurat, petugas gabungan dari Polsek Gelumbang, Manggala Agni, BPBD, TNI, dan warga terus berjibaku melakukan pengecekan lapangan (ground check) serta penyiraman untuk memadamkan titik api.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru, melalui himbauannya usai melaksanakan salat Istisqa dihalaman Griya Agung Palembang, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur memperkuat gotong royong, serta memperbanyak doa dalam menghadapi musim kemarau yang bersamaan dengan fenomena El Nino dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Agustus 2026 ini.

Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru usai mengikuti salat Istisqa di Griya Agung, Selasa (25/8/2026) pagi.

Salat Istisqa dilaksanakan bersama masyarakat sebagai bentuk ikhtiar dan munajat kepada Allah SWT agar Sumsel segera mendapatkan curah hujan.

Menurut Herman Deru, salat Istisqa menjadi momentum untuk memohon pertolongan Allah SWT sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau saat ini.

“Ini adalah hari di mana kita bersama-sama, setelah menjalankan berbagai upaya ikhtiar, untuk tetap tegar dan tabah menjalani musim kemarau yang bersamaan dengan El Nino,” ujar Herman Deru.

Ia mengatakan, kondisi kemarau juga ditandai dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang fluktuatif akibat kebakaran hutan, lahan, bahkan taman di sejumlah titik,” tukasnya.(j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!