Palembang//Linksumsel-Kondisi kabut asap pekat imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi saat ini, tidak hanya mengepung wilayah Sumatera Selatan saja, namun kabut asap akibat Karhutla dikabarkan telah melintas ke negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura, serta dikabarkan telah memicu protes diplomatik melalui mekanisme ASEAN.
Negara Malaysia dan Singapura menerima limpahan kabut asap pekat akibat karhutla di wilayah Indonesia, khususnya Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Dari informasi yang dihimpun, bahwa pemerintah Malaysia dan Brunai Darussalam membawa persoalan pencemaran lintas batas ini ke dalam pembahasan resmi mekanisme ASEAN.
Sementara kondisi di Sumatera Selatan sendiri, kualitas udara di Palembang dan daerah lainya sempat menyentuh kategori berbahaya dengan indeks ISPU mencapai 445 (PM2.5), serta mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan aktivitas warga.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan M Iqbal Alisjahbana, menyatakan bahwa persoalan kabut asap akibat karhutla yang meluas tesebut, hingga berpotensi mengganggu hubungan bilateral dan memerlukan penanganan serius. Namun, lanjut kepala pelaksana BPBD Sumsel M.Iqbal Alisjahbana, bahwa ia juga menekankan perlunya melihat data arah angin serta memastikan asal-usul titik panas secara objektif, karena mengingat daerah lain di luar Sumatera Selatan juga mengalami kebakaran lahan serupa,” kata M. Iqbal Alisyahbana, dalam keterangan persnya (10/10/2026).
Sementara atas kabut asap pekat imbas dari karhutla Sumsel tersebut, pihak BPBD Sumsel mengakui bahwa kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan dan perekonomian lokal, akan tetapi juga berpotensi mengganggu hubungan bilateral dengan negara tetangga.
Sejalan dengan respon Pemerintah Provinsi Sumsel (seperti penegasan Gubernur Sumsel Herman Deru), pihak terkait meminta kejelasan dan data valid mengenai arah angin serta identifikasi sumber titik panas, karenanya wilayah lain atau provinsi tetangga juga memiliki titik api masing-masing.
Sementara upaya penanganan tersebut, Satgas darat dan udara dikabarkan terus berjibaku memadamkan titik api di wilayah Kabupaten rawan Karhutla seperti di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin,.dan Muara Enim, serta mengajukan bantuan logistik seperti masker dan melakukan operasi penanggulangan Karhutla. (j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen