Palembang//Linksumsel-Kabut asap pekat kembali mengepung Kota Palembang pada Kamis (17/09/2026) akibat Imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah Sumatera Selatan. Terdapat kondisi udara hari ini dilaporkan memburuk drastis hingga mencapai level “Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya”.
Kualitas Udara Masuk Level Ekstrem dan Berbahaya : Konsentrasi PM2.5 Melambung. Data dari stasiun BMKG Musi 2 mencatat kadar partikulat halus (PM2.5) sempat menyentuh angka ekstrem 493,9 ug/m3 pada pukul 02.00 WIB dini hari.
Sementara angka tertinggi bahkan sempat tercatat mencapai 681,6 ug/M3, dengan indeks kualitas udara (AQI). Berdasarkan pantauan IQAir, Indeks Kualitas udara Palembang berada di angka 249 hingga 275, masuk dalam kategori merah (sangat tidak sehat ) hingga hitam (berbahaya).
Terpantau pada hari ini, kabut asap pekat yang mengepung Kota Palembang tersebut, warga masyarakat merasa sangat terganggu jarak pandang dan dampak tranformasi serta dikabarkan operasional penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, juga ikut terganggu akibat kabut asap tebal pekat imbas adanya karhutla tersebut.
Begitupun kawasan dijalan Jembatan Ampera terpantau jarak pandang merosot tajam pada pagi hari yang tampak samar dan nyaris tidak terlihat.
Akibat kabut asap pekat tersebut, masyarakat mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pernapasan, mata pedih, hingga terdapat batuk-batuk.
Menurut data BPBD dan BMKG, kondisi ini dipicu oleh akumulasi 16.670 titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan sepanjang bulan September 2026 yang telah membakar lahan lebih dari 6.552 hektare lahan.
Dan puncak musim kemarau yang juga diperparah fenomena El Nino kuat membuat lahan gambut sangat mudah sekali terbakar dan minimnya potensi hujan.
Warga Palembang dan warga lainya diimbau untuk membatasi aktivitas diluar ruangan, dan jika keluar rumah wajib menggunakan masker medis /N95 serta kacamata pelindung guna mengurangi paparan partikel racun asap.(j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen