Muara Enim//Linksumsel-Polda Sumatera Selatan mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan bergambut. Tim Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel melakukan pemadaman pada area terdampak sekitar 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (5/9/2026) hingga malam hari.
Penanganan di lapangan dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. bersama personel yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel.
Kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena bara api dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah. Berdasarkan kondisi lapangan, kedalaman gambut di lokasi diperkirakan mencapai satu hingga satu setengah meter.
Tim menerapkan teknik penyiraman dan perendaman dengan metode spiral untuk mengantisipasi penjalaran api di bawah permukaan. Pemadaman dimulai dari bagian luar area menuju ke bagian dalam menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri.
Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menjelaskan, pola tersebut dilakukan untuk menekan pergerakan bara di bawah lapisan gambut sebelum personel masuk ke titik yang memiliki aktivitas panas lebih tinggi.
“Penyiraman dilakukan secara spiral dari luar menuju ke dalam. Tujuannya membatasi dan meredam pergerakan bara di bawah tanah sehingga potensi api merambat ke area lainnya dapat ditekan,” ujarnya.
Setelah penyiraman dan perendaman, tim memberikan waktu sekitar dua hingga tiga jam agar cairan meresap ke lapisan gambut. Personel kemudian melakukan scanning untuk mencari sisa titik bara yang masih berpotensi memicu kebakaran.
Petugas mendekati titik yang ditandai dengan munculnya asap putih maupun bara. Lapisan gambut pada titik tersebut diurai menggunakan garpu, kemudian disiram menggunakan jet shooter backpack berisi campuran cairan pemadam.
“Bara kecil tetap harus ditangani karena dapat terbawa angin dan memicu api di area kering lainnya. Karena itu setelah perendaman, personel melakukan scanning satu per satu terhadap potensi titik bara yang tersisa,” jelasnya.
Untuk membuat penanganan lebih terukur, tim memetakan area terdampak sekitar 80 hektare berdasarkan tingkat aktivitas kebakaran. Area tersebut dibagi menjadi tiga klaster, yakni zona kuning untuk area yang menunjukkan indikator asap, zona oranye untuk area dengan asap dan bara, serta zona merah untuk area yang menunjukkan asap, bara dan api yang muncul hingga permukaan.
Masing-masing klaster kembali dibagi menjadi empat sektor. Setiap sektor memiliki personel penanggung jawab sehingga perkembangan pemadaman dan hasil penanganan dapat dipantau serta dievaluasi secara bertahap.
Pemadaman juga berlanjut pada malam hari. Menurut Dansatbrimob, kondisi gelap membantu petugas mengidentifikasi visual bara di sela-sela permukaan gambut sehingga titik panas yang masih aktif dapat lebih mudah ditargetkan.
Pola penanganan tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh area yang telah dipetakan dinyatakan tuntas dari potensi bara maupun api yang dapat kembali muncul.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan, terutama ketika kebakaran terjadi pada lahan gambut.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya api di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di lapisan gambut. Karena itu personel melakukan penanganan secara berlapis, mulai dari penyiraman, perendaman hingga scanning titik bara. Upaya ini terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun merembet ke kawasan lainnya,” kata Nandang.
Ia menegaskan Polda Sumsel bersama seluruh unsur terkait akan terus mengoptimalkan personel dan sarana prasarana di lapangan dalam penanganan Karhutla.
Pemetaan wilayah, perendaman lahan, dan pengecekan titik bara menjadi bagian dari penanganan Karhutla di kawasan gambut. Pemadaman dilakukan secara bertahap sampai area terdampak dinyatakan aman dari api maupun potensi bara yang dapat memicu kebakaran kembali.(j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen