Tokoh Pemuda Dempo Tengah Sayangkan Bangunan Proyek di Lematang Teracam Gagal

Pagaralam//linksumsel – Proyek strategis nasional (PSN) yang dulu dicanangkan Presiden RI Joko Widodo untuk menguatkan ketahanan pangan, ternyata tidak semua berjalan sesuai dengan harapan masyarakat, bahkan samp ai saat ini belum berfungsi, air belum mengalir, banyak rusak, kbali me jadi semak belukar.

Apalagi posisinya berapa di daerah terpencil, khususnya Irigasi DI Lematang yang sudah menelan anggaran cukup pantastis mencapai Rp1 Triliun, justru ada dugaan hanya dimanfaatkan untuk korupsi.

“Kami mengamati pelaksaan proyek lematang banyak sekali terjadi kejanggalan, mulai dari beberapa kali trjadi perubahan RAB, termasuk dugaan penanaman pohon dan taman sepanjang jalur irigasi yang dengan anggaran mencapai Rp10 miliar, semunya tidak ada,” kata Jangsyah tokoh pemuda Kecamatan Dempo Tengah,” Jum’at 17/04/2026.

Belum lagi, kata dia, pekerjaan saluran irigasi yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan, sekarang tidak jelas pembangunan irigasi ini, biasanya setiap irigasi dibangun pasti terlebih dahulu jalur induk dengan ukuran besar dan sama rata, tapi justru pembuatanya seperti ombak.

“Memang air tidak mengalir, bangunan banyak rusak dan masih ada juga yang belum selesai masih belum dikerjakan,” kata dia.

Ia mengatakan, tidak hanya banyak yang rusak, tertimbun tanah, ditumbuhi rumput dan kondisi lahan yang mau di jadikan sawah juga belum jelas.

“Kami juga belum jelas lahan yang akan dijadikan sawah, kemudian pembangunan jaringan irigasi juga menimbulkan masalah baru kerusakan lingkungan berupa longsor dan banjir,” ujar dia.

Sementara itu tokoh masyarakat Pelangkenidai Kecamatan Dempo Tengah, Rasmizal SH mengatakan, bukan tidak mendukung pembangunan irigasi ini tapi arahnya tidak jelas, sawah yang dahulunya sudah ada irigasi justru sekarang kesulitan air.

“Ada puluhan hektare sawah yang tidak dapat suplay air karena irigasi lama sudah dihilangkan yang baru belum berfungsi, bahkan air nya saja belum mengalir,” ungkap dia.

Baca juga:  Kapolda Sumsel Memimpin Rapat Kongres PMII ke XXI

Ia mengatakan, sepertinya pengerjaan asal jadi, baik pembuatan saluran utama, pembagi dan bahkan termasuk pembuatan pintu air banyak yang tidak sesuai dengan kondisi daerannya.

“Kami bingung yang lama masih belum sempurna tapi katanya akan dilanjutkan tahap berikutnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!