Banjir Melanda Kawasan Pasar II Muara Enim, Polisi Hadir Berikan Rasa Aman

Muara Enim//Linksumsel-Fajar baru saja menyingsing,pada Selasa (14/4/2026). Di saat sebagian warga masih terlelap, air perlahan mulai merangkak naik dari aliran Sungai Aur. Hujan deras yang mengguyur sejak malam membuat sungai meluap, merendam rumah-rumah warga di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim.

Di tengah kepanikan itu, hadir sosok yang menjadi penenang. Aipda M. Yunus, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar II Polres Muara Enim, turun langsung ke lokasi sejak pagi hari, menyusuri genangan air yang kian meninggi, memastikan keselamatan warga satu per satu.

Dengan penuh kepedulian, ia mengetuk pintu rumah warga, mengingatkan agar tetap waspada dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat. Tak hanya itu, ia juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Aur, agar tidak bermain di sekitar arus yang berbahaya.

Air setinggi setengah meter hingga satu meter menggenangi puluhan rumah. Di RT 03 RW 04 tercatat sebanyak 31 rumah terdampak, sementara di RT 01 RW 04 sebanyak 21 rumah turut terendam. Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kecemasan, harapan, dan perjuangan warga yang berusaha bertahan di tengah ujian.

Namun di saat seperti inilah, kehadiran Polri terasa begitu dekat dan berarti. Bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai pelindung yang hadir dengan hati.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K melalui Kasi Humas AKP RTM. Situmorang mengatakan bahwa kehadiran anggota Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bentuk nyata pengabdian Polri.

“Dalam situasi seperti ini, Polri harus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, membantu, dan memastikan keselamatan warga. Ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat,” ungkap AKP RTM. Situmorang.

Baca juga:  Proyek Lampu Tenaga Surya di Karang Agung PALI Dinilai Tidak Tepat Sasaran, APH Diminta Periksa Proyek Bernilai 800 Juta Tersebut

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk.

Di balik genangan air dan langit yang masih mendung, ada harapan yang terus menyala. Hadir dari kepedulian, tumbuh dari kebersamaan.
Karena sejatinya, di saat musibah datang, kemanusiaan lah yang menjadi kekuatan terbesar.(j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!