Pertalite Sulit Didapat, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Tanah Abang PALI

PALI, Linksumsel.com — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengular hingga ratusan meter di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026).

Fenomena tersebut memicu keluhan masyarakat. Sejumlah pengendara terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, sementara penyebab pasti terjadinya antrean panjang tersebut belum diketahui secara jelas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan dari berbagai jenis terlihat memanjang sejak pagi hingga menjelang siang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kelancaran distribusi dan ketersediaan Pertalite di wilayah tersebut.

Salah seorang warga PALI, Andika, mengaku kecewa karena harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi BBM.

“Sudah beberapa jam saya antre di SPBU Tanah Abang ini. Ada apa sebenarnya? PALI termasuk daerah penghasil minyak, tetapi masyarakat justru harus menghadapi antrean panjang hanya untuk mendapatkan BBM,” keluh Andika kepada Linksumsel.com, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan BBM agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu akibat antrean yang berkepanjangan.

Warga lainnya juga meminta pengelola SPBU memberikan informasi yang jelas apabila terjadi keterlambatan distribusi, kendala pasokan, maupun pembatasan penyaluran BBM.

Jika antrean panjang disebabkan persoalan distribusi atau keterbatasan pasokan, masyarakat menilai informasi resmi perlu disampaikan secara terbuka. Dengan demikian, konsumen tidak dibiarkan menunggu tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.

Di sisi lain, dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM, pengisian berulang, maupun penimbunan juga perlu menjadi perhatian aparat dan instansi berwenang apabila ditemukan indikasi serta bukti yang mendukung.

Aktivitas kendaraan bertangki besar atau kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi, jika ditemukan, perlu diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, dugaan tersebut harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pembuktian, bukan sekadar asumsi.

Baca juga:  Demi Kemajuan Desa, Kades Purun Timur Gunakan Kantor TP PKK di Bangunan Pribadi

Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait di bidang energi, serta Pertamina diharapkan melakukan pengecekan langsung guna memastikan penyebab antrean panjang tersebut.

Masyarakat membutuhkan jawaban yang konkret: apakah antrean terjadi akibat keterlambatan pasokan, peningkatan permintaan, kendala operasional SPBU, atau faktor lain yang memengaruhi penyaluran Pertalite.

Kejelasan informasi menjadi penting agar masyarakat tidak berspekulasi dan tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Apabila terdapat pelanggaran dalam penyaluran BBM, pihak berwenang diminta menindak tegas sesuai hukum. Sebaliknya, jika persoalannya terletak pada distribusi atau pasokan, langkah perbaikan harus segera dilakukan agar antrean tidak terus berulang.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti antrean panjang di SPBU Tanah Abang tersebut belum terkonfirmasi. Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina yang dimuat dalam laporan ini.

Masyarakat pun berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus memastikan penyaluran BBM berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak merugikan konsumen.

Sebab, bagi masyarakat, persoalannya bukan sekadar panjangnya antrean, melainkan kepastian mendapatkan BBM tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. (j.red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!