RIG PT PDSI 05.2 Kembali Dikeluhkan Warga Betung Selatan, Bising hingga Malam Ganggu Istirahat

PALI//Linksumsel-Aktivitas operasional RIG PT PDSI 05.2 yang disebut merupakan subkontraktor PT Pertamina Asset II Field Adera di Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menuai keluhan dari warga yang bermukim tidak jauh dari lokasi operasional.

Sebelumnya, aktivitas RIG tersebut juga telah diberitakan lantaran warga mengaku terganggu dengan aktivitas operasional perusahaan. Selain persoalan kebisingan, warga juga mempertanyakan minimnya sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan.

Kini, keluhan serupa kembali disampaikan warga. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku aktivitas RIG yang berlangsung hingga malam hari menimbulkan suara bising yang mengganggu waktu istirahat masyarakat.

“Mereka beroperasi sampai malam. Suara bising dari aktivitas tersebut sangat mengganggu kami yang rumahnya tidak jauh dari lokasi RIG PT PDSI 05.2,” keluh warga tersebut.

Warga berharap pihak perusahaan dapat mempertimbangkan waktu operasional, khususnya pada malam hari. Mereka meminta agar aktivitas yang menimbulkan kebisingan dibatasi hingga menjelang malam agar tidak mengganggu masyarakat yang hendak beristirahat.

“Kami minta operasional RIG hanya sampai batas Magrib. Kalau sampai malam, kami sangat terganggu. Malam hari kami ingin istirahat dengan tenang, bukan dengan dentuman suara bising dari aktivitas RIG,” ujarnya.

Menurut warga, bantuan berupa sembako yang pernah diberikan kepada masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kenyamanan warga di sekitar lokasi kegiatan.

“Jangan hanya karena sudah memberikan sedikit bantuan sembako kepada kami, kemudian operasional dilakukan semaunya. Kami tidak melarang mereka bekerja, tetapi tolong perhatikan juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” tegasnya.

Warga menilai kegiatan industri maupun operasional migas harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar. Terlebih, aktivitas tersebut berlangsung berdekatan dengan pemukiman warga sehingga dampak kebisingan menjadi persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

Baca juga:  PT. GBS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pengabuan dan Pengabuan Timur, Kades Apresiasi Kepedulian Perusahaan

“Silakan beraktivitas, kami tidak melarang. Tapi jangan seenaknya bekerja sampai malam dan mengganggu kami beristirahat. Kami juga punya hak untuk mendapatkan ketenangan di lingkungan tempat tinggal kami,” katanya.

Warga bahkan mengingatkan, apabila keluhan tersebut tidak mendapatkan perhatian dan tidak ada upaya penyelesaian dari pihak terkait, mereka berencana mendatangi lokasi RIG secara bersama-sama untuk menyampaikan keberatan secara langsung.

“Kalau persoalan ini tidak diindahkan, kami warga akan mendatangi lokasi RIG ramai-ramai untuk menyampaikan keluhan kami,” ujarnya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas operasional perusahaan yang berada dekat dengan pemukiman semestinya tidak hanya memperhatikan kelancaran kegiatan, tetapi juga aspek kenyamanan dan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT PDSI 05.2 maupun PT Pertamina Asset II Field Adera belum berhasil dikonfirmasi.

Warga berharap persoalan ini dapat segera dikomunikasikan secara terbuka antara perusahaan dan masyarakat sehingga aktivitas operasional tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lokasi. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!