Bayi di Gelumbang Terindikasi Stunting, Plt Bupati Muara Enim : Diminta Dinas Terkait Perhatikan Perkembangannya

Muara Enim//Linksumsel-Menanggapi adanya pemberitaan terkait adanya seorang salah satu bayi terindikasi stunting serta menderita gizi buruk, yang identitasnya tercatat sebagai warga di Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim tersebut, Plt.Bupati Muara Enim Hj.Sumarni, saat disela kesibukannya yang meninjau Karhutla di wilayah Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, mengatakan bahwa seyogyanya tadi akan mengunjungi bayi dan ibunya dirumah sakit Pratama Gelumbang guna memantau perkembangan kondisi bayi dan ibunya.

Namun, lanjut Plt Bupati Sumarni, dikarenakan sang bayi dan ibunya kini dirawat di rumah sakit Muhamad Hoesin Palembang maka dibatalkan mengunjungi ke RSUD Pratama Gelumbang.

Dikatakan Plt Bupati Muara Sumarni, bahwa terkait seorang bayi terindikasi stunting tersebut, kita telah memerintahkan dengan tegas kepada Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muara Enim, Puskesmas Gelumbang, dan Camat Gelumbang serta unsur terkait lainya, untuk terus memantau perkembangan sang bayi dan ibunya dengan terus memperhatikan asupan gizinya hingga sang bayi dan ibunya dalam kondisi stabil.

“Ya, kita sudah perintahkan Kadinkes untuk turun kelapangan memantau langsung perkembangan sang bayi dan ibunya untuk diperhatikan asupan gizinya,” ujar Plt Bupati Muara Enim,Senin (14/09/2026).

Dijelaskan oleh Plt Bupati Muara Enim, bahwa terkait keberadaan sang bocah terindikasi stunting tersebut, diakui memang berdasarkan identitas kedua orang tuanya ber KTP kan di Gelumbang. Namun, dari informasi yang didapat bahwa kedua orangtuanya pernah berpindah-pindah hingga ke Jambi dikarenakan kemungkinan faktor ekonom,dan begitu melahirkan bayinya tengah berada di Gelumbang.

“Kita ketahui, bahwa stunting ini tidak serta merta, artinya sejak dalam kandungan memerlukan asupan gizi yang mencukupi, dan terkait hal tersebut, pihak pemerintah tetap bertanggung jawab memberikan perhatian khusus kepada sang bayi dan ibunya, meskipun sang ibunya kerap berpindah-pindah,” tegas Plt Bupati Sumarni (14/09).

Baca juga:  Putusan Terdakwa Sarimuda Buktikan Penyidik KPK Serampangan, K MAKI: Memalukan

Sumarni menambakan, terkait bayi terindikasi stunting tersebut, kita sudah sampaikan kepada Camat Gelumbang, Kepala Puskesmas Gelumbang,dan Kepala RSUD Gelumbang, bahwa inilah tugas kita bersama berkolaborasi untuk membantu anak dan ibu tersebut, karena kita ketahui juga ibu dari anak tersebut, merupakan ibu yang kawin belum cukup umur yang kemungkinan kurangnya pengetahuan dan faktor ekonomi yang menjadi kendala mereka,” tambah Plt Bupati Muara Enim Sumarni.
Disingung awak media terkait bocah terindikasi stunting tersebut, apakah sejauh ini pihak pemerintah daerah akan terus menjemput bola kepada sang bayi terindikasi stunting untuk selalu diperhatikan asupan gizinya tersebut?.

Plt Bupati Muara Enim menegaskan, bahwa perkembangan sang bayi maupun ibunya akan terus kita pantau hingga perkembangannya sampai maksimal,dan ini tentunya menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Muara Enim dari mulai makanannya hingga asupan gizinya tersebut, dan kita juga mengajak kepada perusahaan yang beroperasi di ring I jika terdapat warga terindikasi stunting untuk juga lebih peduli serta berperan serta mengatasi stunting secara berkala memberikan vitamin, makanan bergizi dan lainya, dan pihak pemerintah dalam hal ini tetap berperan prioritas atas adanya bocah terindikasi stunting tersebut,” tegas Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni, pada awak media (14/09/2026).

Sementara diberitakan sebelumnya yang dikutip dari Media Vasad dan beberapa media lainya, bahwa bayi yang terindikasi stunting tersebut, diperkirakan berusia 5 bulan pernah datang ke posyandu setempat wilayah Gelumbang saat usianya 2 bulan.

Namun, sayangnya, dalam rentang waktu sekitar 3 bulan tersebut, tidak ada atensi dari petugas kesehatan dari Puskesmas Gelumbang, hingga akhirnya warga sekitar yang melaporkan kondisi bayi tersebut.
“Saat usianya dua bulan pernah dibawa ke posyandu, tapi untuk makanan tambahan (PMT-Red) memang tidak pernah dapat. Memang kami khawatir karena berat badannya lambat naiknya,” Jelas Erniati yang merupakan nenek dari sang bayi saat ditemui awak media di kediamannya pada Jum’at (11/9/2026) lalu dikutip dari media Vasad.

Baca juga:  Adakan Coffee Morning, Kapolres Pagaralam: Media Anak kandung yang Dilahirkan di Era Reformasi

Masih kata Erniati menjelaskan, cucunya tersebut memang lahir dalam kondisi prematur karena lahir saat kandungan sang ibu baru berusia 8 bulan atau belum masa ideal melahirkan. Cucunya juga sempat dirawat di RSUD Prabumulih selama hampir 1 bulan lamanya.

“Saat lahir beratnya cuma 1,2 kilo, setelah hampir sebulan dirawat di rumah sakit beratnya naik menjadi 1,7 kilo. Tapi setelah itu beratnya sedikit sekali naiknya,” Timpalnya.

Dirinya pun menjelaskan bahwa saat ini cucu bersama sang ibu sudah dirawat di RSUD Gelumbang untuk mendapatkan perawatan. “Kemarin pemerintah kelurahan dan bidan juga sudah datang kesini,” ujarnya.

Menurut Erni kondisi cucunya tersebut baru diketahui menderita gizi buruk setelah salah satu warga memberitahu kami dan warga tersebutlah yang langsung melaporkannya ke pihak Puskesmas Gelumbang. “Setelah itu barulah ada orang dari pemerintahan dan juga bidan yang datang,” Timpalnya.

Pj Bupati Muara Enim Ir. Hj Sumarni, M.Si., saat dikonfirmasi awak media via pesan whatsapp mengatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut. “InsyaAllah senin nanti akan saya tinjau langsung kesana” Ujar Pj Bupati.

Terpisah, pihak RSUD Gelumbang membenarkan adanya pasien gizi buruk yang tengah dirawat di RSUD. “Kemarin diantar oleh keluarga dan petugas kesehatan, saat ini sedang dalam perawatan karena menderita gizi buruk” Ujar Winda selaku perawat yang berjaga di gedung perawatan RSUD Gelumbang.

Sementara itu, awak media pun mencoba mengkonfirmasi langsung ke Puskesmas Gelumbang, namun sayangnya salah satu staf mengatakan Kepala Puskesmas Gelumbang Tin Dwi Afriance, S.Km. M.Kes., sedang tidak berada di tempat. Dan saat dikonfirmasi via pesan whatsapp juga belum memberikan jawaban apapun. (j.red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!