Polisi Jaga Pasar Tradisional Cinta Kasih Muara Enim

Muara Enim//Linksumsel-Desa Cinta Kasih Pasar Tradisional yang cukup ramai pengunjungnya selama beberapa bulan terakhir, dan H-1 Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pasar yang didirikan di Desa Cinta Kasih yang sering mengganggu arus lalu lintas dari Muara Enim menuju Palembang dan sebaliknya, Selasa ( 9/4/2024 )

Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra SH SIK MSI melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menjelaskan bahwa situasi arus lalu lintas pada Lebaran tahun ini aman, arus lalulintas lancar berkat upaya keras kapos pelayanan Cinta Kasih Ipda Ari Saliansya dan Tim dalam mengatur lalu lintas dengan bijak.

Kelancaran Arus Lalu Lintas yang Terjaga: Sungguh mengejutkan dan memuaskan melihat arus lalu lintas yang tetap terjaga, meskipun banyaknya kendaraan yang parkir di sekitar pasar.

Hal ini mengindikasikan bahwa sistem yang diterapkan oleh Kapos pelayanan Cinta Kasih berhasil mengontrol arus lalu lintas agar tetap terjaga dan lancar. Ini menjadi contoh baik bagi daerah lain yang juga ingin menyelesaikan permasalahan serupa.

Ipda Ari Saliansya, SH sebagai Ka Pos Yan Cinta Kasih menghimbauan kepada pedagang, pengunjung pasar tradisional / tumpah, untuk kendaraan roda 2 dan 4 tidak ada yang parkir di badan jalan, kendaraan yang hendak memutar arah tidak di depan kalangan/ pasar tumpah merupakan hal yang sangat krusial menimbulkan kemacetan.

“Himbauan tersebut membantu mencegah kendaraan yang diparkir di badan jalan, yang dapat mengganggu arus lalu lintas yang lancar”

Kasi Humas menyampaikan Pasar Tradisional / pasar tumpah yang menimbulkan arus lalu lintas (Muara Enim – Palembang) dapat tersendat menunjukkan bahwa perhatian terhadap masalah lalu lintas sangat penting dalam mengatur pasar tradisional.

Baca juga:  Kapolres PALI Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Kendaraan yang parkir di badan jalan dapat mengganggu arus lalu lintas yang lancar, namun jika diatur dengan bijak dan memberikan himbauan yang jelas dan efektif, masalah tersebut bisa diatasi. Sebagai masyarakat yang baik dan cerdas, kita harus menghormati peraturan, dan dengan begitu kita dapat membuktikan bahwa kelancaran arus lalu lintas dapat dicapai tanpa mengurangi kenyamanan di pasar tradisional, tutupnya.(Jf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *