Semoga Kejati Sumsel Tidak Asbun Terkait Mega Korupsi Pertambangan, K MAKI: Harus di Buktikan

Sumsel//Linksumsel-Pernyataan Kejati Sumsel Yulianto terkait proses penyelidikan perkara mega korupsi pertambangan menuai berbagai tanggapan.

Benarkan atau hanya pemanis bibir menjelang Ramadhan terkait Pemeriksaan Pejabat Minerba di salah satu Kementerian.

Kejati Sumsel Targetkan Pidana Pertambangan Naik Sidik Bulan Depan membuat pengusaha pertambangan ketar – ketir.

Tersangkut Pidana Pertambangan, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Lana Saria Dipanggil Kejati Sumsel terkait dugaan korupsi Pertambangan Bernilai Triliunan. Yang diduga menyeret Puluhan Perusahaan di Lahat dan Muara Enim

Info yang beredar bahwa Direktur Teknik dan Lingkungan Sunindyo Buru-Buru Tinggalkan Kejati Sumsel saat diperiksa Soal Pidana Pertambangan.

Yulianto dalam pernyataannya kepada awak media menargetkan perkara yang melibatkan puluhan perusahaan tambang di Kabupaten Lahat dan Muara Enim ini naik ke tahap penyidikan pada bulan depan.

“Yang (perkara) tambang sedang berjalan, Insya Allah bulan depan akan kita naikkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Tanggapi pernyataan Kejati Sumsel ini, Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) angkat bicara, “mudah – mudahan tidak seperti dugaan mega korupsi ekspor pupuk PT Pusri yang di SP.3 kan dengan alasan kurang cukup bukti atau sama saja nyatakakn penyidik kurang cermat dalam analisis perkara”, papar Kordinator K MAKI Bony Balitong Jum’at 08/03/24.

“Mega korupsi tambang sudah sering di suarakan oleh masyarakat karena kecilnya kontribusi untuk keuangan daerah serta kerusakan lingkungan yang maha dahsyat yang telah terjadi”, ungkap Bony Balitong.

“Tax amnesty dan pemalsuan dokumen angkutan serta IUP yang bermasalah termasuk lelang yang di atur sebenar nya sudah lama terjadi”, ucap Bony Balitong.

“Namun seperti angin lalu karena para pemain tambang adalah orang – orang. Ber pengaruh sehingga mungkin saja sering terjadi deal – deal di luar hukum”, kata Bony lebih lanjut.

Baca juga:  Cegah Tindak Kriminal di Wilayah Hukumnya Polsek Tanah Abang Gelar Razia

“Kita tunggu real pernyataan Kejati Sumsel menjelang Idul Fitri apakah benar atau hanya untuk membuat heboh jagat media sosial”, tutup Bony Balitong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *