Warga Protes, Diduga Kades Gumai Gelumbang Dapat Jatah Beras Bulog 10 KG

Muara Enim//Linksumsel-Keberadaan penyaluran beras seberat 10 Kilo Gram (Kg) untuk masyarakat yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tentunya sangat dirasakan serta diharapkan masyarakat akan terus berkelanjutan.

Beras Bulog 10 Kilo Gram melalui program Pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu serta berfungsi yang konon kabarnya dalam menekan inflasi harga tersebut, tentunya diharapkan juga penyaluran beras kepada masyarakat harus tepat sasaran.

Namun tidak dengan adanya peristiwa yang diduga terjadi disalah satu Desa Wilayah Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut,bahwa diduga telah terjadi penyaluran beras Bulog 10 Kg yang diduga tidak tepat sasaran, yang mana menurut keterangan warga Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, diduga terdapat salah satu oknum pejabat Pemdes (Kades.red) diduga mendapatkan jatah beras Bulog 10 Kilo Gram.

Demikian diungkapkan beberapa warga Desa Gumai yang telah mengkritik adanya hal itu, serta memprotes adanya hal tersebut.

“Tentunya kami protes pak, kemarin sudah kami sampaikan protes kepada pejabat Kesra Pemdes pak Bunyamin, yang katanya Kesra itu data lama, Nah, Jika data lama berarti perangkat Desa tidak kerja merubah data,”ujar beberapa warga Gumai yang tidak mau disebutkan namanya tersebut pada media ini pada Sabtu (17/02/2024).

Media ini berkesempatan mengkonfirmasi langsung melalui nomor what shap orang nomor satu didesa Gumai yakni Kades Gumai Firdaus yang disebut -sebut mendapatkan jatah beras Bulog 10 Kg, Berikut konfirmasi media ini kepada Kades Gumai pada Sabtu (17/02/2024) melalui nomor what shapnya.

“Asalamualiaikum pak Kades, “ini ada info apakah benar pak kades dapat jatah beras Bulog 10 kg perbulan sesuai dgn data yang ada ….trimsh, “tulis media ini, (17/02).
Kemudian sang Kades Gumai Firdaus membalas jawaban melalui nomor WhatsAppnya. “Walaikum salam, benar nama aku itu, tetapi sudah di klarifikasi di ganti dengan masyarakat miskin yang lain,”ujar Kades Gumai Firdaus (17/02).

Baca juga:  Dilalui Mobil Pengangkut Batubara Jalan Simpang Raja-Rasau Hancur, Siapa Bertanggung Jawab?

Kemudian media ini mengkonfirmasi lagi sang Kades, ”Apakah selama belum diganti nama, apakah dapat beras terus, ya pak kades,”tulis media ini,Jawab Kades, “Idak, baru ini Ado nama, Sebelum sebelum nyo dak ado,”ujar Kades melalui nomor what shapnya pada media ini (17/02/2024). (jf).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *