PALI//Linksumsel-Mantan Bupati Muara Enim, dan Musi Rawas yang sekaligus Tokoh Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H. Nang Ali Solihin, meninggal dunia di RS Siti Khadijah, Palembang, Jum’at (24/7/2026) sekitar pukul 21.11 WIB.
Sementara kabar meninggal dunia Mantan Bupati Muara Enim sekaligus Tokoh Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) itu, turut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah,SH,MH.
Atas nama pribadi, pimpinan dan anggota DPRD PALI, serta seluruh masyarakat Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar yang ditinggalkan.
“Semoga Almarhum Bapak H. Nang Ali Solichin husnul khatimah, diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, Aamin Yarobbal Alamiin, dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Al-Fatihah,” ujar Firdaus, saat dikonfirmasi media ini.
Firdaus yang mengenang sosok H. Nang Ali Solihin mengatakan, bahwa jasa dan pengabdian untuk Kabupaten PALI sangatlah luar biasa. Atas jasa dan pengabdiannya tersebut, akan selalu di kenang masyarakat Kabupaten PALI.
“Jasa dan pengabdian dari beliau terhadap PALI akan selalu kami kenang, semoga menjadi amal jariyah bagi beliau,” ucapnya Firdaus, Jum’at malam (24/07/2026).
Firdaus mengaku sangat mengidolakan sosok almarhum H. Nang Ali Solihin. Menurutnya, perjalanan karirnya mulai dari Bupati Kabupaten Musi Rawas.
Firdaus bercerita dari tangan almarhum H. Nang Ali Solihin, Kabupaten Musi Rawas berkembang pesat. Ia menyulap kabupaten tersebut yang awalnya transmigrasi menjadi wilayah perkotaan yang makin maju.
Tidak hanya itu saja, kiprahnya juga terus berlanjut menjadi Bupati Muara Enim. Selepas Bupati Muara Enim, H. Nang Ali Solihin juga memberanikan diri untuk maju menjadi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 1998 — pemilihan melalui DPRD.
Kala itu kata Firdaus, dirinya turut memperjuangkan H. Nang Ali Solihin agar terpilih menjadi Gubernur Sumatera Selatan pasca Reformasi dari kalangan masyarakat sipil.
Bahkan, Firdaus mengaku ia turut diamankan oleh aparat dalam ruangan sidang paripurna DPRD Sumsel, lantaran membuat suasana pemilihan tidak kondusif.
“Karena berbagai hal, akhirnya H. Nang Ali Solihin kandas terpilih. Namun, saya bersaksi beliau (H. Nang Ali Solihin) orang baik dan menjadi tokoh panutan bagi kami,” pungkasnya .(j.red).
Link Sumsel Sumber Informasi Independen