Belum Rampung, Proyek RKB Ponpes Darussalam Diduga Mangkrak, Beton Retak Jadi Sorotan

PALI//Linksumsel – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Pondok Pesantren Darussalam di Desa Tegal Rejo, Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang dibiayai melalui APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026 dengan pagu sekitar Rp400 juta, kini menjadi sorotan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Sukses Karya Bersaudara itu diduga mengalami keterlambatan serius, bahkan disinyalir mangkrak. Pasalnya, saat tim Media melakukan peninjauan ke lokasi pada Sabtu (25/7/2026), tidak ditemukan satu pun aktivitas pekerjaan.

Material bangunan tampak berserakan di sekitar lokasi. Rumput dan semak mulai tumbuh di area proyek yang belum selesai, memunculkan kesan pekerjaan telah lama ditinggalkan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, para pekerja sudah tidak terlihat beraktivitas selama kurang lebih tiga pekan.

“Sudah sekitar tiga mingguan tidak ada aktivitas pekerja di sini. Biasanya ada yang bekerja, tapi belakangan ini sudah tidak terlihat lagi,” ujarnya.

Tak hanya sepinya aktivitas, kondisi fisik bangunan juga memantik tanda tanya. Pada beberapa bagian sloof dan balok bangunan tampak adanya keretakan serta beton yang mengalami sompel.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa mutu pekerjaan belum sepenuhnya memenuhi spesifikasi teknis. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.

Pengamat lokal, Aldi Taher, menilai terhentinya aktivitas proyek yang belum selesai merupakan persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.

“Kalau benar sudah hampir tiga minggu tidak ada aktivitas dan pekerjaan belum selesai, tentu patut diduga proyek ini mengalami masalah dalam pelaksanaannya. Pemerintah harus segera turun tangan,” katanya.

Ia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten PALI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap progres pekerjaan, kualitas konstruksi, serta penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Baca juga:  Jalan Rusak & Berlobang di Desa Pengabuan PALI Bahayakan Pengguna Jalan

“Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat dibiarkan tanpa kejelasan. Bila ditemukan keretakan pada struktur bangunan, harus ada pemeriksaan teknis independen untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai spesifikasi atau tidak,” tegas Aldi.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui alasan terhentinya pekerjaan, capaian progres fisik, serta target penyelesaian proyek tersebut.

“Transparansi sangat penting. Dinas Pendidikan maupun pihak pelaksana harus memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten PALI maupun pihak CV Sukses Karya Bersaudara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan terhentinya pekerjaan maupun kondisi proyek tersebut. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!