Dunia Dikejar, Nikmat yang Terbesar Justru Dilupakan

Linksumsel.com//Iman, Sehat, dan Rasa Aman: Tiga Karunia yang Menentukan Kebahagiaan Dunia dan Keselamatan Akhirat.
Di zaman ketika ukuran keberhasilan ditentukan oleh harta, jabatan, dan popularitas, manusia semakin sibuk mengejar apa yang belum dimiliki, namun semakin lalai mensyukuri apa yang telah Allah SWT anugerahkan.

Padahal, Al-Qur’an mengingatkan:

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini bukan sekadar mengajarkan ucapan syukur, tetapi membangun kesadaran bahwa kebahagiaan bermula dari hati yang mampu mengenali nikmat Allah. Ironisnya, manusia sering baru menyadari mahalnya sebuah nikmat setelah nikmat itu dicabut.

“Iman dan Islam: Nikmat Terbesar yang Tak Ternilai”

Di antara seluruh karunia Allah, tidak ada yang lebih agung daripada nikmat iman dan Islam. Harta dapat dicari kembali, kesehatan dapat diupayakan, tetapi hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT.

Allah berfirman:

“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapat petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.” (QS. Al-An’am: 125)

Karena itu, seorang mukmin tidak boleh merasa aman dari hilangnya hidayah. Rasulullah SAW yang telah dijamin kemuliaannya pun sering berdoa:

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa iman bukan sekadar identitas, melainkan nikmat yang harus terus dijaga dengan ilmu, amal saleh, dan doa.

“Sehat: Kekayaan yang Sering Baru Disadari Setelah Hilang”

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Betapa banyak orang mengejar kekayaan hingga mengorbankan kesehatannya. Setelah sakit datang, seluruh harta rela dihabiskan demi memperoleh kembali kesehatan yang dahulu dianggap biasa.

Baca juga:  Polsek Penukal Utara Mendatangi TKP Kebakaran Sebuah Rumah di Desa Tempirai Selatan

Tubuh yang sehat bukan sekadar sarana bekerja, tetapi juga kendaraan menuju ketaatan. Dengannya seseorang mampu berdiri dalam shalat, bersujud, berpuasa, menuntut ilmu, dan berbuat baik kepada sesama.

“Rasa Aman: Nikmat yang Baru Terasa Saat Hilang”

Di banyak belahan dunia, jutaan manusia hidup dalam perang, kelaparan, dan ketakutan. Mereka kehilangan rumah, keluarga, bahkan harapan.

Sementara itu, banyak orang yang hidup damai justru lupa bersyukur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa di pagi hari merasa aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini mengubah cara pandang kita tentang kekayaan. Ternyata ukuran “memiliki dunia” bukanlah rekening yang penuh, melainkan hati yang dipenuhi rasa syukur atas tiga nikmat utama: iman, kesehatan, dan keamanan.

“Ketika Allah Menghendaki Kebaikan bagi Hamba-Nya”

Banyak orang mengira kasih sayang Allah hanya tampak dalam bentuk kelapangan rezeki. Padahal, terkadang kasih sayang-Nya justru hadir melalui ujian yang mengembalikan seorang hamba kepada jalan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan menimpakan ujian kepadanya.” (HR. Al-Bukhari)

Ujian bukan selalu tanda murka. Sering kali ia menjadi jalan penghapus dosa, pengangkat derajat, sekaligus pengingat agar manusia tidak terlalu mencintai dunia.

Allah juga berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Karena itu, seorang mukmin memandang musibah dengan mata keimanan, bukan semata-mata dengan ukuran dunia.

“Hati yang Mulai Hidup”

Salah satu tanda taufik adalah ketika hati mulai menikmati ibadah.

Mudah bangun pada sepertiga malam, rindu membaca Al-Qur’an, tenang ketika berdzikir, mudah meneteskan air mata saat mengingat dosa, serta merasa belum cukup dengan amal yang dilakukan.

Baca juga:  Lagi BPR Sumsel Diganjar Penghargaan BPR Award 2025 Dari Infobank

Allah memuji orang-orang yang menghidupkan malam dalam firman-Nya:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap.” (QS. As-Sajdah: 16)

Mereka tidak bangun karena terpaksa, melainkan karena hati mereka telah dipanggil oleh cinta kepada Allah.

“Amal yang Dicintai Allah Bukan yang Hebat, tetapi yang Istiqamah”

Ketika Abdullah bin Mas’ud RA bertanya tentang amal yang paling dicintai Allah, Rasulullah SAW menjawab:

Shalat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, kemudian berjihad di jalan Allah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Namun beliau juga mengingatkan sebuah prinsip yang sering terlupakan:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah tidak menilai besarnya amal semata, tetapi keikhlasan dan kesinambungannya.

Lebih baik membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari daripada mengkhatamkannya sekali lalu meninggalkannya berbulan-bulan.

Lebih baik bersedekah sedikit tetapi rutin daripada besar namun hanya sekali.

Lebih baik menjaga shalat berjamaah setiap hari daripada bersemangat sesaat lalu kembali lalai.

“Jangan Menunggu Kehilangan untuk Bersyukur”

Kematian tidak pernah menunggu tua.

Penyakit tidak pernah menunggu kaya.

Musibah tidak pernah meminta izin.

Karena itu, jangan menunggu sakit untuk menghargai sehat. Jangan menunggu perang untuk mensyukuri keamanan. Jangan menunggu tersesat untuk memahami mahalnya iman.

Hari ini, jika kita masih mampu mengucapkan Alhamdulillah, masih mendengar azan, masih mampu bersujud, masih diberi keluarga, rezeki, kesehatan, dan keamanan, sesungguhnya Allah sedang melimpahkan karunia yang tak mampu dibeli oleh seluruh kekayaan dunia.

Semoga setiap pagi yang Allah berikan tidak hanya menambah usia kita, tetapi juga menambah syukur, memperkuat iman, memperbaiki amal, dan mendekatkan langkah kita menuju ridha-Nya.(j.red).

Baca juga:  Kapolsek Penukal Abab Monitoring Sosialisasi Pemilih Muda

Oleh: Marshal (Pengamat Sosial Budaya dan Keagamaan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!