PALI | Linksumsel – Polemik operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Aburahmi di Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali mencuat.
Setelah sebelumnya menjadi sorotan terkait persoalan legalitas operasional, kini perhatian publik mengarah pada dugaan ketidaksesuaian sumber pasokan tandan buah segar (TBS) yang menjadi bahan baku pabrik tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh informasi bahwa TBS yang berasal dari kebun PT Aburahmi di Desa Air Itam diduga tidak dipasok ke PKS PT Aburahmi di Desa Panta Dewa.
Sebaliknya, buah sawit dari kebun tersebut disebut-sebut justru dikirim ke sejumlah pabrik di wilayah Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin (Muba). Sementara pasokan yang masuk ke PKS Panta Dewa diduga berasal dari luar Kabupaten PALI.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPMPTSP Kabupaten PALI, Hj. Rizmaliza, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (3/8/2026), menyampaikan bahwa sumber bahan baku pabrik berasal dari kebun PT Aburahmi di Desa Air Itam.
“Kebun Aburahmi di Air Itam kalo pabrik di Panta Dewa,” tulisnya.
Namun, informasi tersebut dinilai perlu dibuktikan melalui data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan, mengingat munculnya informasi berbeda di lapangan mengenai arus distribusi TBS.
Salah seorang petani sawit lokal, Khairul, SE, mengatakan bahwa keberadaan kebun inti sebagai sumber pasokan merupakan salah satu aspek penting dalam operasional pabrik kelapa sawit.
“Kami meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi dan membuktikan asal-usul (traceability) bahan baku pasokan sawit yang masuk ke pabrik,” ujarnya.
Menurut Khairul, perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa kewajiban pemenuhan pasokan dari kebun sendiri sebagaimana tercantum dalam dokumen perizinan atau perubahan izin yang sah benar-benar dilaksanakan.
“Kalau itu tidak dapat dibuktikan, tentu dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (J/red)
Link Sumsel Sumber Informasi Independen