Di Balik Aksi Sweeping Truk Gunung Kemala, Sopir Asal PALI Mengaku Dimintai Uang

PALI// Link Sumsel – Aksi sweeping terhadap sejumlah truk pengangkut batu di ruas Jalan Lintas Desa Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, pada Rabu malam (29/7/2026), menjadi viral setelah video peristiwa tersebut beredar di media sosial TikTok.

Dalam unggahan akun TikTok yang beredar, disebutkan bahwa warga mengaku resah dengan aktivitas truk pengangkut batu yang berasal dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Truk-truk tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan dan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Dalam video itu, warga tampak menghentikan sejumlah truk dan meminta kendaraan tersebut berbalik arah agar tidak melintasi Jalan Gunung Kemala. Warga juga mendesak pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), agar segera mengambil langkah penertiban.

Namun, di balik aksi sweeping tersebut, muncul pengakuan dari seorang sopir truk asal Kabupaten PALI yang mengaku mengalami dugaan pemalakan oleh sejumlah oknum saat kendaraannya dihentikan.

Kepada media ini, sopir tersebut mengaku sempat diminta uang sebesar Rp300 ribu agar diperbolehkan melintas.

“Awalnya kami diminta Rp300 ribu. Karena tidak sanggup memberi, kami disuruh putar balik lewat Jalan Belimbing. Akhirnya kami memberikan Rp100 ribu, baru diperbolehkan lewat,” ujar sopir tersebut, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai, apabila memang terdapat persoalan terkait kerusakan jalan maupun keselamatan lalu lintas, seharusnya hal itu diselesaikan melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang, bukan dengan cara menghentikan kendaraan dan meminta sejumlah uang.

“Kalau memang ada persoalan soal jalan rusak atau kecelakaan, sebaiknya dikoordinasikan dengan Dishub atau aparat terkait. Selama ini kami melintas dengan kecepatan wajar karena mengetahui kondisi jalan di Gunung Kemala yang relatif sempit,” katanya.

Baca juga:  Harapan untuk Nopal: Siswi SMP di PALI Berjuang Melawan Tumor, Keluarga Berharap Uluran Tangan

Menurutnya, yang menjadi pertanyaan adalah adanya dugaan permintaan uang kepada sopir truk saat aksi sweeping berlangsung. Ia berharap persoalan tersebut dapat diusut oleh pihak yang berwenang.

Sementara itu, video aksi sweeping yang beredar di TikTok terus menjadi perhatian publik. Berbagai pihak pun meminta adanya klarifikasi secara menyeluruh terkait tujuan aksi tersebut, termasuk menindaklanjuti dugaan adanya permintaan uang kepada pengemudi truk apabila terbukti terjadi.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Prabumulih serta pihak kepolisian guna memperoleh penjelasan resmi terkait aksi sweeping tersebut.

Para supir pun berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli malam hari di kawasan Jalan Gunung Kemala guna menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah terjadinya tindakan yang merugikan masyarakat. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!