Anggota DPRD Dapil Tanah Abang Kembali Absen di Ngopi Jilid II, Aktivis PALI Soroti Minimnya Kepedulian terhadap Aspirasi Masyarakat

PALI//Linksumsel – Kegiatan Ngopi Jilid II yang digelar Koalisi Masyarakat Lematang di Nanda Caffe, Bumi Ayu, Selasa (16/06/2026), tidak hanya menjadi ruang diskusi publik, tetapi juga melahirkan kritik terhadap sejumlah anggota DPRD Kabupaten PALI yang dinilai kurang peduli terhadap aspirasi masyarakat.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli PALI, Abu Rizal, S.Ag, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap adanya anggota DPRD PALI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Abang yang disebut tidak pernah hadir dalam kegiatan masyarakat.

Menurut Abu Rizal, forum seperti Ngopi Jilid II merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan daerah secara langsung kepada para wakil rakyat.

Karena itu, ia menilai kehadiran anggota dewan sangat diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konstituen.

“Sangat disayangkan sampai hari ini masih ada anggota DPRD Davil Tanah Abang yang tidak pernah hadir dalam kegiatan masyarakat. Padahal masyarakat ingin berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujar Abu Rizal.

Ia juga menyinggung salah satu anggota DPRD Davil Tanah Abang berinisial SF yang menurutnya lebih sering berada di Palembang dibandingkan turun langsung menemui masyarakat di Kabupaten PALI.

“Yang membuat kami heran, Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah yang jaraknya jauh dari Palembang saja bisa hadir dan berdiskusi bersama masyarakat. Mengapa anggota DPRD dari dapil sendiri justru sulit terlihat dalam kegiatan seperti ini?” katanya.

Di tengah kritik tersebut, Abu Rizal tetap memberikan apresiasi kepada Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, S.H., Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., serta sejumlah anggota DPRD dari Dapil Tanah Abang yang hadir dan berdialog langsung dengan masyarakat.

“Kami mengapresiasi Ketua DPRD PALI Bapak Ubaidillah, S.H., Wakil Ketua DPRD Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., serta anggota DPRD Davil Tanah Abang yang hadir hari ini.

Baca juga:  Memiliki Senpira, Warga Talang Ubi PALI di Gelandang Polisi

Kehadiran mereka menunjukkan masih ada wakil rakyat yang mau mendengar dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Abu Rizal, masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin wakil rakyat yang telah dipilih hadir, mendengar, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat, bukan hanya muncul saat masa kampanye.

Kritik yang mengemuka dalam Ngopi Jilid II tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin kritis dalam menilai kinerja para wakil rakyat. Kehadiran di tengah masyarakat dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan oleh rakyat.

“Ketika rakyat menyediakan ruang dialog, ketidakhadiran wakil rakyat bukan hanya meninggalkan kursi kosong, tetapi juga meninggalkan tanda tanya besar tentang kepedulian dan komitmen mereka terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Ngopi Jilid II ini turut dihadiri Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, S.H., Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., sejumlah anggota DPRD PALI dari Dapil Tanah Abang, serta Camat Tanah Abang.

Forum tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten PALI. (J/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!